PALANGKA RAYA, INFOKALTENG.CO – Persoalan harga hasil kebun dan tata kelola koperasi plasma menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Barito Timur.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Ampera AY Mebas, mengatakan berbagai aspirasi masyarakat yang diterima akan menjadi bagian dari pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan kemitraan perkebunan.
“Kami menerima berbagai keluhan masyarakat, mulai dari persoalan plasma, harga hasil kebun, hingga pendampingan koperasi. Semua itu menjadi perhatian kami dan akan kami tindak lanjuti melalui fungsi pengawasan DPRD,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Menurut Ampera, salah satu persoalan yang banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan mekanisme pemasaran hasil kebun melalui koperasi plasma. Sebagian petani menilai sistem yang berjalan belum memberikan manfaat ekonomi secara maksimal.
Karena itu, ia memastikan Komisi II DPRD Kalteng akan terus mengawasi pelaksanaan kemitraan perkebunan agar perusahaan dan masyarakat menjalankan kewajibannya sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami akan melihat persoalan ini secara menyeluruh. Pengawasan tidak berhenti sampai di sini, tetapi akan terus kami lakukan agar hak-hak masyarakat benar-benar terlindungi,” tegasnya.
Ampera meminta pengelolaan koperasi plasma diperkuat agar lebih profesional, transparan dan akuntabel. Jika ditemukan dugaan penyimpangan atau penyalahgunaan kewenangan, ia menegaskan persoalan tersebut harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
Bagikan ke
