PURUK CAHU, INFOKALTENG – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Kabupaten Murung Raya meninggal dunia pada Senin (31/8/2026), di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.
Sebelum meninggal, anak tersebut sempat mengalami sesak napas. Namun, Dinas Kesehatan Murung Raya menyatakan kematiannya tidak dapat dikaitkan semata-mata dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau paparan kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung, mengatakan anak tersebut memiliki penyakit penyerta berupa kelainan pada ginjal.
“Anak tersebut juga sempat mengalami sesak napas, tapi tidak semerta-merta karena asap terus ISPA lalu meninggal. Namun anak tersebut juga mengalami penyakit lain, yaitu kelainan terdapat pada ginjalnya,” kata Suwirman.
Di tengah kondisi tersebut, jumlah warga Murung Raya yang mengalami keluhan kesehatan dan kemudian diidentifikasi sebagai ISPA telah mencapai lebih dari 700 orang. Data itu dihimpun dari masyarakat yang mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan.
Suwirman mengatakan, kasus ISPA yang ditangani hingga saat ini masih didominasi kondisi ringan dan dapat ditangani dengan obat-obatan.
“Syukurnya, sampai saat ini masyarakat masih mengalami ISPA ringan yang dapat diobati dengan obat-obatan,” tegasnya.
Untuk menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla dan kabut asap, Dinas Kesehatan Murung Raya telah mengoperasikan posko penanganan kesehatan yang berjalan bersamaan dengan Posko Karhutla.
Posko tersebut menyediakan obat-obatan, masker, dan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Tim kesehatan juga diturunkan untuk mendampingi petugas serta relawan yang bekerja di lapangan.
“Jadi silahkan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan pertolongan pertama bisa ke Posko Karhutla, dan untuk petugas dan relawan yang bertugas kami sudah menurunkan tim kesehatan untuk mendampingi apabila ada petugas mengalami dampak kabut asap,” ujar Suwirman.
Dinas Kesehatan Murung Raya mengimbau masyarakat yang mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya selama kondisi kabut asap untuk segera mendatangi posko kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan.
Bagikan ke
