Langit Sebangau Kuala Memerah, Warganet: Seperti di Isekai

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Langit di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, berubah merah pekat pada Minggu (20/9/2026). Cahaya matahari tampak menyala kemerahan di balik tebalnya kabut asap yang menyelimuti kota.

Momen tersebut turut dibagikan seorang warganet melalui media sosial. Dalam unggahannya, langit terlihat berwarna merah-oranye dengan cahaya matahari yang tampak menyala di tengah kepungan asap.

Warganet tersebut menggambarkan suasana langit yang tidak biasa itu seperti berada di dunia isekai, istilah yang populer dalam budaya anime dan manga Jepang untuk menggambarkan dunia lain atau dunia fantasi.

Fenomena langit merah itu terjadi di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat PM2.5 di Palangkaraya pada 20 September 2026 mencapai 877,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut berada dalam kategori berbahaya.

Konsentrasi tersebut jauh melampaui ambang kategori berbahaya PM2.5 yang ditetapkan BMKG, yakni lebih dari 250,5 µg/m³. Dengan konsentrasi mencapai 877,7 µg/m³, kadar PM2.5 berada lebih dari tiga kali lipat dari ambang tersebut.

PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Tebalnya kabut asap juga membuat cahaya matahari yang menembus atmosfer tampak berbeda. Langit yang biasanya biru berubah menjadi merah pekat, sementara matahari terlihat seperti bola cahaya berwarna merah.

Pemandangan tersebut kemudian menarik perhatian warga dan warganet. Sejumlah dokumentasi kondisi langit beredar di media sosial.

Namun, di balik pemandangan langit yang terlihat dramatis, kondisi kualitas udara justru menunjukkan situasi yang perlu diwaspadai.

Kabut asap akibat karhutla tidak hanya mengubah tampilan langit, tetapi juga meningkatkan konsentrasi partikulat di udara yang dihirup masyarakat.

Langit yang terlihat seperti dunia fantasi pada Minggu itu pada akhirnya menyimpan kenyataan berbeda. Di balik cahaya merah yang menarik perhatian, kualitas udara tercatat berada dalam kategori berbahaya.

Bagikan ke