Manggung di Acara Amal Karhutla, Vokalis Band Lokal Asal Palangka Raya Diduga Terima Perlakuan Tak Pantas

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Vokalis salah satu band lokal asal Palangka Raya mengungkapkan dugaan perlakuan tidak pantas yang dialaminya saat tampil dalam acara amal untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Keluhan tersebut disampaikan melalui akun media sosial @tsyaxlee_. Dalam unggahannya, vokalis tersebut mengaku merasa dilecehkan dan harga dirinya direndahkan di hadapan banyak orang.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan bandnya dalam acara tersebut merupakan bentuk partisipasi untuk kegiatan amal bagi penanganan karhutla.

“Bukan tentang baperan atau bagaimana, di sini band R.A.S.Y.A ingin ikut berpartisipasi dalam acara AMAL UNTUK KARHULTA,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia juga menyebut bandnya membayar untuk mengikuti acara. Karena itu, ia mempertanyakan apabila keberadaan band seperti mereka tidak diterima dalam kegiatan tersebut.

“Jika memang dalam acara ini band-band seperti kami tidak diterima, ya tolak saja dari awal pendaftaran,” tulisnya.

Vokalis tersebut kemudian mengungkapkan perasaannya sebagai seorang perempuan yang merasa diperlakukan tidak pantas saat berada di hadapan banyak orang.

“Saya sebagai perempuan merasa dilecehkan dan harga diri saya direndahkan dihadapan banyak orang,” tulisnya.

Ia juga menyinggung tindakan yang menurutnya merupakan gimmick dalam acara tersebut. Menurutnya, candaan atau gimmick tetap harus memperhatikan situasi, terlebih terhadap orang yang tidak dikenal secara pribadi.

“Sorry to say kalau mau gimmick harus paham situasi karena saya sendiri tidak kenal dengan anda!!” tulisnya.

Dalam unggahannya, ia juga mempertanyakan sikap yang dianggapnya merendahkan perempuan.

“Jika bagi kalian perempuan itu sangat hina, lalu darimana asal kalian lahir kalau bukan dari seorang perempuan juga, lahir dari gitar kah?” tulisnya.

Meski mengakui bandnya masih tergolong kecil, ia menegaskan pentingnya sikap saling menghormati di antara sesama musisi, meskipun memiliki genre musik berbeda.

“Walaupun kami masih band kecil tapi kami tau bagaimana caranya respect dengan sesama anak band walau berbeda genre musik,” tulisnya.

Vokalis tersebut juga mengajak warganet melihat rekaman video yang disebut berkaitan dengan kejadian tersebut. Ia mempertanyakan apakah perlakuan yang dialaminya saat acara tersebut dapat dibenarkan.

“Tonton aja videonya teman-teman, apakah perlakuan seperti patut dibenarkan?” tulisnya.

Unggahan tersebut menjadi bentuk keberatan dari vokalis band lokal tersebut setelah penampilannya dalam kegiatan amal yang digelar untuk membantu penanganan karhutla.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak yang diduga terlibat maupun penyelenggara acara terkait dugaan perlakuan tidak pantas yang disampaikan vokalis tersebut.

Keterangan dari pihak terkait diperlukan agar kejadian tersebut dapat diketahui secara utuh dari seluruh pihak yang terlibat.

Bagikan ke