Bantah Isu Perselingkuhan dan Kehamilan, Tri Yulia Siap Lapor Polisi

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Putri Pariwisata Kota Palangka Raya 2025, Tri Yulia Fajrianti, membantah isu perselingkuhan dan kabar kehamilan yang mengaitkan dirinya dengan Wakil Bupati Katingan, Firdaus. Ia menyebut informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar dan berencana melaporkannya ke Polresta Palangka Raya.

Isu yang menyeret nama keduanya belakangan menjadi perbincangan warganet. Sejumlah unggahan di media sosial, salah satunya akun TikTok Matarakyatkalteng, memunculkan berbagai pertanyaan terkait kebenaran kabar tersebut. Namun, informasi yang beredar belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya hubungan seperti yang dituduhkan.

Saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026), Tri menegaskan kabar perselingkuhan maupun kehamilan yang mengaitkan dirinya dengan Firdaus merupakan hoaks. Ia bahkan menyatakan siap menjalani pemeriksaan untuk membuktikan bantahannya.

“Informasi yang beredar di media sosial terkait perselingkuhan maupun kabar saya hamil itu tidak benar atau hoaks. Saya siap apabila harus menjalani pemeriksaan untuk membuktikan bahwa kabar tersebut tidak benar. Saya juga berencana segera melaporkan persoalan ini ke Polresta Palangka Raya,” ujar Tri.

Perempuan berusia 22 tahun itu mengaku terkejut namanya terseret dalam isu tersebut. Ia mengatakan selama berada di Palangka Raya sebelumnya tidak pernah menghadapi persoalan maupun kabar perselingkuhan seperti yang kini ramai diperbincangkan.

Saat ini, Tri berada di Kasongan, Kabupaten Katingan, dan bekerja di salah satu perusahaan swasta. Ia menduga isu tersebut mulai muncul setelah tempatnya bekerja menggelar kegiatan peresmian yang mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, dan awak media.

Namun, Tri mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab munculnya kabar tersebut. Ia juga menyebut Bupati dan Wakil Bupati Katingan tidak hadir dalam kegiatan peresmian itu, meskipun terdapat sejumlah agenda lain, termasuk kegiatan TNI dan pembagian sembako dari Presiden Prabowo Subianto.

“Saya menduga isu ini mulai muncul setelah tempat saya bekerja menggelar kegiatan peresmian yang mengundang Forkopimda, pejabat pemerintah, dan awak media. Namun, saya juga tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya isu tersebut,” ujarnya.

Tri berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui jalur hukum karena dinilai merugikan nama baik dan reputasinya. Hingga berita ini disusun, klarifikasi Wakil Bupati Katingan Firdaus masih diperlukan untuk memperoleh keterangan berimbang terkait isu yang beredar.

Bagikan ke