PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan bantuan Rp180 juta untuk merehabilitasi 12 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Setiap rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta untuk mendukung proses pembangunan kembali atau perbaikan tempat tinggal warga yang terdampak kebakaran. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memulihkan kondisi masyarakat pascabencana.
Sekretaris Dinsos Kota Palangka Raya, Sri Rimbawani, mengatakan bantuan tersebut disiapkan untuk membantu warga yang rumahnya terbakar selama kejadian karhutla.
“Jadi ada 12 rumah yang selama karhutla ini terbakar. Kita upayakan membantu untuk pembangunan atau rehabilitasi rumah tersebut. Setiap rumah mendapatkan Rp15 juta, sehingga totalnya Rp180 juta,” kata Sri di Palangka Raya, Senin.
Ia menjelaskan, rumah warga yang akan direhabilitasi tersebar di sejumlah lokasi, yakni Kereng Bangkirai, Jalan Tjilik Riwut, Hiu Putih, Dulin Kandang, Petuk Katimpun, dan Jalan Ir Soekarno.
Bantuan rehabilitasi rumah tersebut merupakan bagian dari alokasi anggaran Dinsos yang bersumber dari Bantuan Presiden (Banpres) untuk mendukung perlindungan sosial masyarakat terdampak karhutla.
Selain bantuan perbaikan rumah, Dinsos juga mengalokasikan anggaran untuk pemenuhan kebutuhan pangan penghuni rumah singgah. Bantuan permakanan tersebut disiapkan bagi 50 orang dengan standar biaya Rp84 ribu per orang selama tujuh hari.
“Jadi Dinas Sosial diberikan anggaran Rp184,2 juta. Adapun anggaran tersebut kita laksanakan untuk pemberian bantuan permakanan rumah singgah,” ujar Sri.
Menurutnya, penyaluran bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya membantu pemulihan tempat tinggal, pemerintah juga berupaya memastikan kebutuhan pangan warga yang berada di rumah singgah tetap terpenuhi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengatakan Pemkot Palangka Raya menerima dana Banpres penanganan karhutla sebesar Rp10 miliar. Anggaran tersebut dibagi untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan bencana melalui 16 kegiatan.
“Penggunaannya sudah kita susun berdasarkan pengamatan dan pengkajian yang kami lakukan dengan dinas teknis dan sudah direview oleh Inspektorat,” katanya.
Melalui dukungan anggaran tersebut, pemerintah kota berupaya memperkuat penanganan karhutla, mulai dari pemenuhan kebutuhan personel, peralatan, operasional lapangan hingga pelayanan kesehatan. Bantuan rehabilitasi 12 rumah menjadi salah satu bentuk dukungan pemulihan bagi warga yang terdampak langsung kebakaran.
Bagikan ke
