NANGA BULIK, INFOKALTENG – Pemerintah Kabupaten Lamandau menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan budaya lokal melalui panen beras merah di Desa Benakitan, Kecamatan Batang Kawa.
Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan budidaya padi lokal Dayak Tomun yang selama ini masih dipertahankan masyarakat secara turun-temurun.
Menurut Rizky, beras merah dan beras hitam tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki makna penting dalam berbagai tradisi adat masyarakat Dayak Tomun.
“Beras merah dan beras hitam bukan hanya untuk konsumsi. Keduanya punya peran sakral dalam berbagai upacara adat Dayak Tomun. Karena itu, walaupun produksinya tidak masif, warga tetap menanamnya setiap tahun,” kata Rizky kepada awak media, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan masyarakat Benakitan masih mempertahankan sistem pertanian tradisional dengan memanfaatkan ladang perbukitan serta proses panen yang dilakukan secara manual untuk menjaga kualitas hasil panen.
Pemkab Lamandau berencana mengembangkan beras merah organik sebagai salah satu produk unggulan daerah yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat pedalaman.
“Kita ingin beras merah organik ini punya daya saing. Wilayah pedalaman juga harus punya cadangan pangan mandiri, tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan luar. Pemerintah siap membantu sarana pendukung tanpa menghilangkan kearifan lokal,” tegasnya.
Bagikan ke
