JAKARTA, INFOKALTENG – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap fenomena unik dalam data kependudukan Indonesia. Ribuan orang tua ternyata memberikan nama anak yang terinspirasi dari tokoh-tokoh anime populer, mulai dari Uzumaki, Naruto, D. Luffy, Shinchan, hingga Doraemon.
Fakta tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, temuan tersebut berasal dari data kependudukan resmi yang dikelola Dukcapil.
“Ada nama-nama yang menggunakan tokoh animasi. Ternyata orang tua yang suka animasi, ini serius ini. Saya bisa dituntut kalau ngomong bohong, Dirjen Dukcapil ini ngomong atas dasar data kependudukan, tapi ternyata banyak,” ujar Teguh.
Ia mengatakan nama-nama tersebut berasal dari berbagai serial anime yang telah lama populer di Indonesia, seperti Naruto, One Piece, Doraemon, Crayon Shinchan, hingga Inuyasha.
“Ada yang namanya Nobita, Uzumaki, Sasuke, Naruto, Uchiha, Shinchan, ada yang namain Shinchan juga, Boruto, dan sebagainya. Suneo ada delapan yang suka nangis itu,” katanya disambut tawa peserta Rakornas.
Berdasarkan data Dukcapil Semester I Tahun 2026, nama Uzumaki menjadi yang paling banyak digunakan dengan 190 orang. Posisi berikutnya ditempati Nobita sebanyak 181 orang, Sasuke 158 orang, Naruto 157 orang, dan Uchiha 152 orang.
Tokoh dari serial One Piece juga cukup populer. Sebanyak 79 penduduk menggunakan nama D. Luffy, sementara Usopp tercatat digunakan oleh 37 orang.
Selain itu, terdapat 65 orang bernama Shinchan, 60 orang bernama Boruto, 23 orang bernama Inuyasha, 16 orang bernama Doraemon, serta 8 orang bernama Suneo.
Menurut Teguh, fenomena tersebut menunjukkan besarnya pengaruh budaya populer terhadap masyarakat Indonesia, termasuk dalam menentukan nama anak. Meski terdengar unik, seluruh nama tersebut tercatat secara resmi dalam sistem administrasi kependudukan nasional.
Rakornas Dukcapil 2026 juga menjadi momentum peluncuran Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026 yang akan menjadi basis berbagai layanan publik, perencanaan pembangunan, dan penyusunan kebijakan pemerintah di bidang administrasi kependudukan.
Bagikan ke
