Kronologi Berdarah Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan, Satu Polisi Gugur dan Dua Anggota Masih Hilang

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026) dini hari, berubah menjadi tragedi. Seorang personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas, dua anggota lainnya masih dinyatakan hilang, sementara seorang anggota keluarga target operasi (TO) juga meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu turut menyelimuti peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalimantan Tengah dengan duka mendalam. Dalam acara syukuran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengawali sambutannya dengan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel Polri.

“Kami berduka, mari kita berdoa bersama. Anggota kami ada yang meninggal dunia. Satu orang, dua orang masih hilang, mereka sedang melakukan giat,” ujar Iwan.

Korban yang gugur diketahui adalah Aipda Yudhi Perdana Putra, personel Satresnarkoba Polres Katingan. Hingga Kamis malam, dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian tim gabungan.

Berawal dari Informasi Warga

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi tersebut berawal pada Rabu (1/7/2026) setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Menindaklanjuti laporan itu, Kasat Resnarkoba memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pengedar sabu berinisial B yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Setelah memastikan keberadaan target, sekitar pukul 21.00 WIB tim Satresnarkoba berangkat menuju Desa Tumbang Kalemei. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu beberapa jam hingga rombongan tiba sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis dini hari.

Tim Dibagi Dua

Sesampainya di lokasi, personel dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama yang berjumlah sembilan personel dipimpin langsung Kasat Resnarkoba bergerak menuju rumah target operasi. Sementara tim kedua yang terdiri dari tiga personel bersiaga di kawasan SMP Negeri setempat sebagai tim pendukung.

Saat tiba di rumah target, anggota memperkenalkan diri sebagai petugas kepolisian sekaligus menjelaskan maksud kedatangannya untuk melakukan penindakan.

Terduga pelaku berinisial B berhasil diamankan oleh Aipda Yudhi Perdana Putra tanpa perlawanan berarti. Namun situasi berubah hanya beberapa saat kemudian.

Diserang dengan Parang

Dari arah dapur rumah, seorang pria tiba-tiba muncul sambil membawa parang dan menyerang Briptu Dedi. Serangan itu berhasil digagalkan setelah Briptu Dedi menangkap tangan pelaku dengan bantuan Bripda Ferdy.

Belum selesai menghadapi serangan pertama, dua pria lainnya keluar dari dalam kamar sambil membawa senjata tajam dan langsung mengayunkannya ke arah Kasat Resnarkoba.

Melihat situasi semakin membahayakan, anggota sempat melepaskan tembakan peringatan. Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan dan para penyerang tetap melakukan perlawanan.

Karena serangan terus berlanjut, petugas kemudian melepaskan tembakan untuk melumpuhkan. Akibatnya, seorang anggota keluarga target operasi berinisial T (40) terjatuh di depan pintu rumah dan kemudian meninggal dunia.

Massa Berdatangan

Peristiwa penembakan itu memicu kepanikan keluarga korban yang kemudian berteriak meminta pertolongan. Tak lama berselang, warga sekitar berdatangan sambil membawa senjata tajam, senjata api rakitan, dan berbagai benda yang digunakan untuk menyerang petugas.

Jumlah massa yang semakin banyak membuat personel Satresnarkoba terpaksa mundur untuk menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel kepada Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Tim pertama akhirnya menyeberang ke sebuah pulau kecil di tengah sungai untuk menghindari amukan massa. Namun dari seberang sungai, mereka masih mendapat serangan tembakan menggunakan senjata api rakitan.

Tim Kedua Dihadang

Dalam kondisi terdesak, tim pertama menghubungi tiga personel yang berada di tim kedua agar segera meminta bantuan ke Polsek Katingan Tengah. Pada saat bersamaan, Kasat Resnarkoba juga menghubungi Kapolres Katingan untuk melaporkan situasi darurat.

Tim kedua kemudian bergerak menggunakan mobil menuju Polsek Katingan Tengah. Dalam perjalanan, mereka sempat dikejar sebuah mobil berwarna silver dan kembali dihadang sejumlah orang yang membawa senjata api rakitan, balok kayu, serta senjata tajam.

Beruntung, tim kedua berhasil lolos dari kepungan tersebut dan tiba dengan selamat di Polsek Katingan Tengah untuk meminta bantuan.

Bertahan dengan Berenang

Sementara itu, situasi di pulau kecil semakin genting. Tim pertama akhirnya memutuskan menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai menuju kawasan hutan.

Lima personel, yakni Bripka Jhon, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, dan Bripda Eko berhasil mencapai seberang sungai dan bersembunyi di dalam hutan.

Namun Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana diduga mengalami kelelahan saat berenang. Ketiganya kembali ke tepian sungai yang saat itu telah dipenuhi warga.

Dalam proses evakuasi berikutnya, aparat berhasil menyelamatkan sembilan personel Satresnarkoba. Sementara Aipda Yudhi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah lanting di sungai. Adapun Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih belum ditemukan.

Pencarian Terus Dilakukan

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan seluruh kekuatan personel gabungan kini difokuskan untuk mencari dua anggota yang masih hilang.

“Benar, saat ini fokus utama dan seluruh kekuatan personel gabungan dari Polres Katingan dikerahkan secara maksimal di lapangan untuk mencari dua anggota Satresnarkoba yang statusnya masih belum ditemukan,” kata Dodik.

Ia menambahkan, Polres Katingan telah meminta bantuan personel dari Satbrimob Polda Kalimantan Tengah dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng untuk memperkuat pengamanan lokasi, melakukan penyisiran di sepanjang sungai, serta mendukung penuh operasi pencarian terhadap dua anggota yang masih hilang.

Bagikan ke