Mahasiswa UPR Dorong Kesadaran Pajak Lewat Kampanye Kreatif “Ayo Bayar Pajak”

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak terus diperkuat oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satu terobosan datang dari kontribusi mahasiswa melalui Program Magang Mandiri Berdampak yang menghadirkan kampanye publik yang informatif dan mudah dipahami.

Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya, Yogi Agustin, bersama dosen pembimbing lapangan Dr. Vivy Kristinae, SE., M.Si, terlibat langsung dalam merancang media kampanye layanan pajak kendaraan bermotor.

“Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi masalah dan merancang solusi yang tepat bagi masyarakat,” ujar Vivy.

Melalui kampanye bertajuk “Ayo Bayar Pajak”, mahasiswa menghadirkan poster dengan pendekatan visual yang menarik serta bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Kampanye ini menyoroti kemudahan layanan pembayaran pajak yang kini semakin praktis di Kalimantan Tengah, di antaranya melalui Samsat Keliling, layanan digital E-Pahari, Mall Pelayanan Publik, serta aplikasi Huma Betang.

“Fokus kami adalah menunjukkan bahwa membayar pajak sekarang jauh lebih mudah, cepat, dan bisa diakses dari berbagai layanan,” jelas Yogi.

Dalam penyusunannya, mahasiswa menerapkan strategi komunikasi berbasis manajemen dengan pendekatan yang terstruktur, mulai dari segmentasi audiens hingga penyampaian pesan yang jelas dan persuasif.

“Kami menyasar masyarakat umum sebagai wajib pajak kendaraan, dengan menekankan kemudahan layanan serta manfaat pajak bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Kampanye ini juga dilengkapi dengan ajakan atau call to action yang kuat, mengingatkan masyarakat bahwa pajak yang dibayarkan merupakan kontribusi nyata untuk kemajuan Kalimantan Tengah.

Selain bersifat informatif, kampanye ini juga menekankan dampak nyata dari pembayaran pajak, seperti peningkatan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui kampanye ini, kami ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa pajak bukan beban, tetapi bentuk kontribusi untuk pembangunan daerah,” ungkap Vivy.

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, sekaligus menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam memberikan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat.

Dengan pendekatan yang kreatif, sistematis, dan relevan, kampanye ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah dapat mendorong perubahan positif.

“Pajak bukan beban, melainkan kontribusi nyata untuk membangun Bumi Tambun Bungai yang lebih maju dan semakin berkah,” tandasnya.

Bagikan ke