Tangan Berbicara, Hati Mendengarkan: Komunitas Humasarita Dorong Inklusivitas Lewat Bahasa Isyarat

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Upaya membangun ruang inklusif terus dilakukan melalui berbagai kegiatan komunitas. Salah satunya dengan mengenalkan dan mempelajari bahasa isyarat sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat umum dengan penyandang disabilitas tuli.

Melalui unggahan Instagram @humasarita, komunitas tersebut mengajak masyarakat melihat bahasa isyarat bukan hanya sebagai cara berkomunikasi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan upaya membuka akses yang lebih setara bagi semua orang.

“Tangan berbicara, hati mendengarkan. Belajar bahasa isyarat bukan cuma tentang komunikasi, tapi tentang membuka pintu inklusivitas,” tulis unggahan tersebut.

Kegiatan belajar bahasa isyarat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi hambatan komunikasi yang selama ini masih dihadapi oleh penyandang tunarungu dalam berinteraksi di lingkungan sosial.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, diharapkan ruang publik dapat menjadi lebih ramah dan mudah diakses oleh semua kelompok.

Komunitas menilai, komunikasi yang inklusif bukan hanya soal kemampuan berbicara atau mendengar, tetapi juga tentang kemauan untuk memahami dan menghargai cara orang lain berinteraksi.

Melalui pembelajaran bahasa isyarat, masyarakat diajak untuk membangun empati sekaligus memperluas pemahaman bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam menyampaikan pesan.

Langkah sederhana seperti mengenal gerakan dasar bahasa isyarat dinilai dapat memberikan dampak besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih terbuka.

Selain menjadi alat komunikasi, bahasa isyarat juga menjadi simbol bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk saling terhubung.

Komunitas berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mempelajari bahasa isyarat sehingga interaksi antara penyandang disabilitas dan masyarakat umum dapat berjalan lebih mudah.

Pesan yang disampaikan melalui kampanye tersebut menegaskan bahwa inklusivitas dimulai dari kemauan untuk memahami, mendengar, dan membuka ruang bagi setiap orang.