PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Seorang pemuda berusia 19 tahun, Zulfan Ariq Shofiudin, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari menara Masjid Raya Darussalam, Kota Palangka Raya, Kamis (11/6/2026). Peristiwa ini sontak menghebohkan warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
Korban merupakan warga Jalan Kecubung No.6, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Ia diketahui tidak bekerja dan merupakan putra dari seorang ASN di Puskesmas Pahandut.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat gangguan kesehatan yang telah ditangani sejak beberapa tahun terakhir. Ayah korban menyebut anaknya pernah didiagnosis mengalami radang otak oleh dokter pada tahun 2023.
“Pada tahun 2023 didiagnosis radang otak oleh dokter,” ujar ayah korban dalam keterangan yang dihimpun.
Ia juga menjelaskan bahwa korban rutin menjalani kontrol kesehatan setiap bulan, baik di RSUD dr. Doris Sylvanus pada poli saraf maupun pemeriksaan kejiwaan di RSJ Kalawa Atei.
“Setiap bulan rutin kontrol ke RS Doris Sylvanus ke poli syaraf dan RSJ Kalawa Atei untuk pemeriksaan kejiwaan,” katanya.
Menurut ayah korban, pada tahun 2025 korban pernah mengalami insiden dengan melompat dari balkon rumah hingga menyebabkan luka pada bagian wajah. Pada hari kejadian, korban juga disebut baru saja melakukan kontrol medis di rumah sakit.
“Sebelum kejadian tadi pagi baru saja berobat ke Poli Syaraf di RSUD dr. Doris Sylvanus,” ujarnya.
Sementara itu, ibu korban mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertemu terakhir kali dengan korban sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban meminta izin untuk pergi ke Masjid Raya Darussalam dengan alasan ingin ngopi.
“Dia pamit mau ke Menara Masjid Raya Darussalam, katanya mau ngopi, tapi saya sempat melarang,” ujar ibu korban.
Ia menambahkan bahwa korban berangkat menuju lokasi dengan berjalan kaki. Ibu korban juga menyebut anaknya telah didiagnosa mengidap skizofrenia sejak tahun 2023 dan menjalani penanganan medis.
“Didiagnosa skizofrenia sejak tahun 2023,” ungkapnya.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui beberapa kali pernah mengunjungi area menara masjid tersebut sebelumnya. Peristiwa ini kini masih dalam penanganan pihak berwenang untuk memastikan kronologi lengkap kejadian.
Petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi di lokasi untuk mendalami peristiwa tersebut.

