Cegah Bullying Anak, Pangdam Tambun Bungai Ajak Prajurit Terapkan Pola Asuh Positif di Keluarga

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, mengajak seluruh prajurit untuk menerapkan pola asuh positif (positive parenting) di lingkungan keluarga sebagai langkah mencegah kekerasan dan perundungan (bullying) terhadap anak. Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Zainul saat memperingati Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026). Ia menilai tingginya kasus kekerasan terhadap anak tidak terlepas dari minimnya komunikasi dan perhatian orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut mantan Wakil Rektor Universitas Pertahanan itu, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga harus hadir secara emosional dengan menyediakan ruang dialog dan mendengarkan setiap persoalan yang dihadapi anak.

Saya selalu menekankan untuk tidak mengeksploitasi anak dengan salah mendidiknya. Oleh karena itu, kita dorong untuk menjaga anak-anak, karena mereka adalah harapan keluarga dan bangsa,” ujar Zainul.

Ia menegaskan, pembentukan karakter anak yang disiplin, tangguh, dan memiliki empati harus dimulai dari rumah melalui keteladanan orang tua. Karena itu, setiap prajurit di lingkungan Kodam Tambun Bungai diharapkan memiliki tanggung jawab moral dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka.

Selain perundungan secara langsung, Zainul juga mengingatkan meningkatnya ancaman cyberbullying yang kini banyak terjadi di ruang digital. Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas anak saat menggunakan gawai menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Dari Komdigi sebenarnya sudah jelas ada aturan kebijakan pembatasan usia. Maka dari itu, pengawasan dari orang tua terhadap penggunaan gawai anak menjadi hal penting agar tidak kebablasan,” tegas jenderal bintang dua tersebut.

Ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengenai pembatasan usia pengguna media sosial. Kebijakan tersebut dinilai sebagai salah satu upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan ramah bagi anak.

Untuk memperkuat pencegahan bullying, Kodam Tambun Bungai juga terus menjalin sinergi dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah melalui berbagai kegiatan pembinaan karakter. Program tersebut difokuskan pada penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, serta pembentukan karakter siswa sejak dini.

Kami sering kali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membimbing anak-anak sekolah terkait kedisiplinan dan tanggung jawab, terutama untuk siswa SMP dan SMA. Kemarin saja saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di hadapan para siswa kami terus mengingatkan hal tersebut,” pungkas Zainul.

Bagikan ke