ASUS ExpertBook Ultra Tantang Laptop Flagship Kelas Premium

PONTIANAK, INFOKALTENG – Persaingan laptop bisnis kelas premium semakin mengarah pada kemampuan kecerdasan buatan (AI), efisiensi daya, mobilitas, hingga keamanan data. ASUS ikut memperkuat persaingan tersebut melalui ExpertBook Ultra yang menawarkan sejumlah teknologi terbaru untuk kebutuhan profesional dan korporasi.

Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengatakan ExpertBook Ultra dirancang bukan sekadar sebagai perangkat kerja, tetapi untuk mendukung kebutuhan profesional yang semakin bergantung pada komputasi berperforma tinggi dan AI.

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” sebut Eric.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu pembeda ExpertBook Ultra di tengah meningkatnya kebutuhan pemrosesan AI secara langsung pada perangkat. ASUS menyebut sejumlah laptop flagship kompetitor di pasar Indonesia masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan AI NPU hingga 48 TOPS.

Selain performa komputasi, ASUS mengunggulkan pengalaman penggunaan melalui layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits HDR. Teknologi tersebut dirancang agar layar tetap mudah dilihat ketika laptop digunakan di luar ruangan dengan paparan cahaya yang tinggi.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” kata Eric.

Untuk menunjang mobilitas, ExpertBook Ultra dibekali baterai 70Wh dengan masa aktif hingga 26 jam dan dukungan pengisian cepat hingga 50 persen dalam waktu 30 menit. ASUS juga membekali perangkat dengan touchpad berukuran 110 cm² yang menggunakan enam sensor dan desain Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad.

Pada sektor grafis, ExpertBook Ultra mengandalkan Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores. ASUS mengklaim kemampuan grafis tersebut mampu mencatat performa sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W dalam pengujian 3DMark Time Spy.

Kemampuan AI juga diperluas melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, yang memungkinkan pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimalisasi kamera web dilakukan melalui NPU. Pemrosesan secara lokal tersebut ditujukan untuk membantu menjaga efisiensi daya sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemrosesan berbasis cloud.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” ujar Eric.

ASUS turut menghadirkan MyExpert dan Zenni Claw yang memungkinkan pemanfaatan AI secara lokal maupun cloud. Dengan RAM LPDDR5x hingga 64GB, perangkat ini diklaim dapat menjalankan sejumlah large language model (LLM) secara offline, sehingga pengguna dapat memanfaatkan AI untuk kebutuhan tertentu tanpa koneksi internet.

Dari sisi ketahanan, ExpertBook Ultra memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram dan menggunakan sasis yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H. ASUS menyebut perangkat tersebut mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram, yang dinilai relevan untuk profesional dengan mobilitas tinggi.

“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” kata Eric.

Sementara untuk keamanan, ASUS membekali ExpertBook Ultra dengan sistem ExpertGuardian yang disebut bersertifikasi NIST Level-4. Sistem tersebut dirancang memberikan perlindungan terhadap data sensitif perusahaan, termasuk ketika perangkat hilang dan media penyimpanannya diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Dengan kombinasi performa prosesor generasi terbaru, pemrosesan AI hingga 50 TOPS, layar Tandem OLED, baterai berkapasitas 70Wh, kemampuan grafis dan keamanan enterprise, ASUS ExpertBook Ultra diarahkan untuk memperkuat posisi ASUS di pasar laptop bisnis premium sekaligus menantang dominasi perangkat flagship dari kompetitor.

Bagikan ke