PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu akses vital Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Palangka Raya, Kalimantan Tengah dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jalur di kawasan Jembatan Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, diberlakukan sistem buka tutup, Minggu (30/8/2026).
Kondisi tersebut menyusul kobaran api yang mengepung kawasan sekitar Jembatan Tumbang Nusa. Asap dan api di sekitar jalur membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Jembatan Tumbang Nusa merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan Kalteng dan Kalsel. Jalur ini menjadi lintasan kendaraan dari Palangka Raya menuju Banjarmasin maupun sebaliknya, sehingga gangguan akibat karhutla berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Pemberlakuan buka tutup dilakukan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan dan menjaga keselamatan pengguna jalan. Pengendara yang hendak melintasi kawasan tersebut diminta bersiap menghadapi antrean akibat pengaturan arus lalu lintas.
Karhutla di kawasan Tumbang Nusa bukan persoalan baru. Wilayah ini menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan karhutla Kalteng. Sebelumnya, petugas gabungan juga telah melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik sekitar jalur Trans Kalimantan.
Kondisi asap yang muncul di sekitar badan jalan juga berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara. Karena itu, pengguna jalan diimbau tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi pandangan terganggu dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Gangguan di Tumbang Nusa menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan bagian penting dari konektivitas antarprovinsi di Kalimantan. Jika kebakaran dan asap semakin meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan pengendara, tetapi juga dapat menghambat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antara Kalteng dan Kalsel.
Sebelumnya, penanganan karhutla di Tumbang Nusa juga melibatkan personel darat serta dukungan operasi udara. Pemerintah terus memperkuat penanganan di kawasan tersebut untuk mencegah api kembali meluas.
Masyarakat yang akan bepergian dari Palangka Raya menuju Banjarmasin maupun sebaliknya diharapkan memperhitungkan kondisi jalur sebelum melakukan perjalanan. Informasi mengenai buka tutup arus juga penting diperhatikan untuk mengantisipasi keterlambatan perjalanan.
Hingga Minggu (30/8/2026), kawasan Tumbang Nusa masih menjadi titik yang perlu diwaspadai. Api yang berada di sekitar akses utama Palangka Raya-Banjarmasin menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu urat nadi transportasi dan perekonomian antardaerah.
Bagikan ke
