PALANGKA RAYA, INFOKALTENG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengancam keselamatan warga setelah kobaran api merambat hingga permukiman di Jalan Yos Sudarso Ujung, Jumat (28/8/2026) malam. Delapan warga, termasuk tiga anak-anak, sempat terjebak di dalam rumah karena akses keluar terputus akibat kepungan api.
Kobaran api dilaporkan membesar secara tiba-tiba dan bergerak mendekati kawasan permukiman. Situasi diperparah dengan kepulan asap pekat yang membuat jarak pandang dan akses menuju lokasi menjadi terbatas.
Mendapat laporan adanya warga yang terjebak, tim Satgas Karhutla gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi. Personel Basarnas, BPBD Kalimantan Tengah, TNI dan relawan dikerahkan untuk memastikan seluruh warga dapat keluar dari kawasan yang terkepung api.
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi sulit. Petugas harus menerobos kepungan asap dan medan yang tidak mudah dilalui untuk menjangkau warga yang masih berada di dalam rumah.
Delapan warga akhirnya berhasil dievakuasi dan diselamatkan tanpa korban jiwa. Tiga anak-anak yang turut terjebak juga berhasil dibawa keluar dari lokasi dalam keadaan selamat.
Namun, kepungan asap membuat sebagian warga mengalami gangguan pernapasan. Warga yang mengalami sesak napas kemudian dibawa ke Posko Karhutla Kecamatan Jekan Raya untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran semakin seriusnya ancaman karhutla di Palangka Raya. Kebakaran yang semula terjadi di lahan kini dapat dengan cepat mendekati bahkan merambat ke kawasan tempat tinggal warga.
Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya respons cepat ketika titik api berada di sekitar permukiman. Keberadaan warga, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, membuat proses penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga penyelamatan dan evakuasi.
Tim gabungan selanjutnya terus melakukan upaya pengendalian api di sekitar lokasi untuk mencegah kobaran kembali meluas ke kawasan permukiman. Kondisi medan dan asap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang bekerja di lapangan.
Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut menjadi kabar baik di tengah situasi yang sempat mencekam. Namun, peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla di Palangka Raya semakin dekat dengan masyarakat dan membutuhkan kewaspadaan serta penanganan yang cepat dan berkelanjutan.
Bagikan ke
