JAKARTA, INFOKALTENG – Dunia kedokteran Indonesia kembali berduka. Seorang dokter internship asal Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res, dilaporkan meninggal dunia setelah ditemukan di kamar kosnya. Almarhum diketahui tidak masuk menjalani tugas jaga selama tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.
Kepergian dr. Muhammad Zulfikar Drakel menambah daftar dokter internship yang meninggal dunia sepanjang tahun 2026. Berdasarkan berbagai unggahan rekan sejawat di media sosial, almarhum disebut sebagai dokter internship kelima yang wafat tahun ini.
Meninggalnya dokter muda asal Kotawaringin Timur tersebut memunculkan keprihatinan mendalam di kalangan tenaga medis. Sejumlah organisasi profesi dan rekan sejawat menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap keselamatan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental dokter internship selama menjalani masa penugasan.
Berbagai pihak juga menyoroti tingginya beban kerja yang dihadapi dokter internship. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, para dokter muda dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja baru yang memiliki tekanan tinggi.
“Peristiwa ini kembali menghidupkan pertanyaan yang terus bergema di tengah komunitas dokter: sampai kapan kejadian seperti ini akan terus terulang?” demikian isi pernyataan yang beredar di kalangan tenaga medis.
Menurut berbagai organisasi profesi, aspek keselamatan kerja, kesehatan mental, beban kerja, hingga sistem pendampingan bagi dokter internship perlu menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi tenaga medis muda yang menjadi korban.
Selain itu, sejumlah dokter menilai sistem pendampingan selama masa internship perlu diperkuat agar peserta memperoleh dukungan profesional ketika menghadapi tekanan dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan.
Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai organisasi profesi, alumni, maupun rekan sejawat. Mereka berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian ucapan belasungkawa yang disampaikan berbagai organisasi profesi dan rekan sejawat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab meninggalnya dr. Muhammad Zulfikar Drakel. Karena itu, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil penyelidikan dan penjelasan resmi dari instansi terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi momentum bagi pemerintah, institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit, dan organisasi profesi untuk mengevaluasi sistem pelaksanaan program internship dokter di Indonesia. Evaluasi tersebut dinilai penting agar aspek keselamatan, kesehatan mental, serta kesejahteraan dokter muda mendapat perhatian yang lebih besar di masa mendatang.
Bagikan ke
