Jadwal Tak Jelas hingga Polemik Regulasi Pemain, Turnamen Piala Presiden Regional Kalteng Tuai Protes

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Piala Presiden Regional Kalimantan Tengah di Palangka Raya kategori usia 10 dan 12 tahun mendapat sorotan dari sejumlah peserta. Keluhan muncul terkait dugaan ketidakjelasan jadwal pertandingan hingga polemik penerapan regulasi pemain yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian dari panitia.

Sejumlah tim peserta mempertanyakan profesionalitas penyelenggara setelah muncul persoalan terkait dugaan adanya pemain yang melanggar regulasi turnamen. Peserta yang merasa dirugikan kemudian menyampaikan protes, namun keputusan dari panitia dinilai belum memberikan kepastian.

“Di turnamen ini panitia sangat tidak profesional dan tidak jelas. Ada pemain yang melanggar regulasi turnamen, tapi saat diprotes tim lain panitia tidak bisa memberi jawaban dan keputusan,” ujar salah satu pihak peserta.

Menurut peserta, aturan yang dibuat panitia seharusnya menjadi pedoman yang diterapkan secara konsisten kepada seluruh tim. Mereka menilai kejelasan keputusan sangat penting agar kompetisi berjalan adil dan tidak menimbulkan perdebatan antar peserta.

Selain persoalan regulasi pemain, peserta juga mengeluhkan jadwal pertandingan yang dianggap tidak jelas. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan, terutama bagi tim yang datang dari luar daerah dan harus menunggu lama tanpa kepastian waktu bertanding.

“Untuk jadwal pun tidak jelas. Kasihan tim jauh-jauh menunggu dari pagi sampai sore tetapi masih belum ada jadwal,” ungkapnya.

Keluhan lainnya juga terkait kehadiran panitia utama di lapangan. Peserta menyebut ketua panitia tidak terlihat selama pelaksanaan turnamen sejak hari pertama hingga memasuki hari kedua pertandingan.

“Ketua panitia tidak ada sama sekali di lapangan dari awal sampai saat hari ini, hari kedua,” katanya.

Situasi di lapangan disebut sempat memanas akibat adanya perbedaan pandangan terkait persoalan pertandingan dan regulasi. Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI disebut turun langsung membantu meredakan situasi di lokasi turnamen.

“Justru Komdis PSSI langsung yang turun untuk meredamkan suasana di lapangan,” ujar sumber tersebut.

Peserta berharap pihak penyelenggara segera melakukan evaluasi dan memperbaiki tata kelola turnamen. Mereka menilai kompetisi usia dini membutuhkan pengelolaan yang profesional, transparan, serta keputusan yang jelas agar para pemain muda dapat bertanding dengan nyaman.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara terkait keluhan peserta mengenai persoalan regulasi, jadwal pertandingan, maupun pelaksanaan Turnamen Piala Presiden Regional Kalimantan Tengah.

Bagikan ke