Aliansi Pemuda Kalimantan Ancam Segel Kantor PLN, Desak Hentikan Pemadaman Bergilir

JAKARTA, INFOKALTENG – Aliansi Pemuda Kalimantan mendesak PT PLN segera menyelesaikan persoalan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Mereka menilai kondisi tersebut harus segera ditangani karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Koordinator Aksi, Andrie Afrizal, melalui video yang beredar di media sosial, menyampaikan sikap tegas pihaknya terhadap persoalan kelistrikan yang terjadi. Ia meminta PLN memberikan solusi konkret dan memastikan pelayanan listrik kembali normal.

“Kami akan segel kantor PLN seperti PLN yang mensegel rumah-rumah warga yang telat membayar listrik,” ujar Andrie dalam video tersebut.

Menurut Andrie, aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi atas kondisi kelistrikan Kalimantan yang dinilai belum mendapat penyelesaian maksimal. Ia menyebut pemadaman listrik bergilir masih menjadi persoalan yang harus segera dituntaskan.

“Hari ini kita ingin menyuarakan bahwa Pulau Kalimantan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sedang mengalami pemadaman listrik bergilir,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi Kalimantan yang dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil sumber energi besar, khususnya batu bara. Menurutnya, kondisi pemadaman listrik di tengah potensi sumber daya energi yang besar menjadi perhatian serius.

“Padahal batu bara yang dihasilkan Pulau Kalimantan sendiri yang terbesar ke-lima se dunia,” ujar Andrie.

Aliansi Pemuda Kalimantan meminta PLN melakukan percepatan perbaikan dan memastikan persoalan gangguan kelistrikan tidak kembali terjadi. Mereka memberikan batas waktu selama 7×24 jam kepada PLN untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami dari Aliansi Pemuda Kalimantan meminta kepada PLN menyelesaikan permasalahan pemadaman listrik ini. Jika dalam 7×24 jam belum mampu menyelesaikan permasalahan ini maka kami akan turun ke jalan,” tegasnya.

Selain mendesak perbaikan sistem kelistrikan, Andrie juga menyatakan pihaknya akan mendorong evaluasi terhadap jajaran manajemen PLN apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

“Kami juga akan mendesak presiden untuk memecat semua direksi PLN, karena kejadian ini bukan pertama kalinya,” ucapnya.

Ia menilai persoalan pemadaman listrik perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan pelayanan publik. Andrie mengingatkan agar PLN segera mengambil langkah agar masyarakat tidak terus terdampak.

“Kami mengingatkan kepada direksi PLN kalau memang dalam 7×24 jam tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini, kalau memang punya malu segera mundur. Karena ini murni kesalahan dalam pengelolaan manajemen,” tutup Andrie.

Bagikan ke