FEB UPR Libatkan Praktisi Mengajar, Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Berdaya Saing Global

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (FEB UPR) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pelibatan praktisi dalam proses pembelajaran. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

Ketua Jurusan S1 Manajemen FEB UPR, Meitiana, mengatakan keterlibatan praktisi menjadi strategi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja.

“Kami sudah sangat sering melibatkan para praktisi dan ahli untuk mengajar di Jurusan S1 Manajemen. Ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya, Sabtu (15/4/2023).

Menurutnya, kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan nilai tambah karena mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman nyata dari dunia kerja.

“Mahasiswa dibekali pengetahuan, wawasan, dan pengalaman langsung dari para praktisi agar lebih siap terjun ke dunia kerja,” jelasnya.

Ia menegaskan, program praktisi mengajar menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian IKU, baik di tingkat universitas maupun nasional oleh Kementerian Pendidikan.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan peluang lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak setelah menyelesaikan studi.

“Semakin banyak alumni yang bekerja atau berwirausaha, maka semakin baik pula capaian kinerja perguruan tinggi,” katanya.

Dalam implementasinya, sejumlah praktisi telah terlibat sebagai pengajar, baik dari tingkat daerah maupun nasional. Salah satunya Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) wilayah Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan, Siswanto.

Selain itu, praktisi dari sektor nasional seperti Ray A.Z. Leiden dan Kembara juga turut berkontribusi dalam program ini.

Meitiana menjelaskan, kolaborasi antara dosen dan praktisi mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Melalui kolaborasi ini, terjadi pertukaran ilmu dan pengalaman yang dapat mengakselerasi pemahaman mahasiswa terhadap dunia kerja,” ungkapnya.

Beberapa mata kuliah yang melibatkan praktisi di antaranya kewirausahaan, manajemen risiko, pemasaran jasa, hingga pengelolaan keuangan.

Ia berharap, melalui program ini, lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi wirausaha yang membuka lapangan pekerjaan baru.

“Harapannya, mahasiswa tidak lagi kesulitan mendapatkan pekerjaan, bahkan bisa menjadi entrepreneur yang menciptakan peluang bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan ke