Perjuangan Rujuk Pasien di Pelosok Katingan, Tenaga Medis Harus Tuntun Perahu di Sungai Surut

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Perjuangan tenaga kesehatan dalam menyelamatkan nyawa pasien di wilayah pelosok Kabupaten Katingan kembali menjadi sorotan. Sebuah unggahan dari UPTD Puskesmas Pegatan, menggambarkan sulitnya akses layanan kesehatan ketika petugas harus mengevakuasi pasien menggunakan perahu yang bahkan harus dituntun karena kondisi sungai surut.

Dalam unggahan tersebut disebutkan, dalam waktu berdekatan petugas kesehatan harus merujuk seorang bayi prematur dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR), kemudian kembali melakukan evakuasi terhadap seorang ibu yang mengalami penurunan kesadaran.

Di sini, perjuangan hidup dan mati harus melewati lumpur dan sungai yang surut. Tadi malam kami merujuk bayi prematur dengan BBLSR, pagi ini seorang ibu dengan penurunan kesadaran,” tulis UPTD Puskesmas dalam unggahannya.

Kondisi sungai yang surut membuat proses evakuasi berlangsung jauh lebih sulit. Perahu yang menjadi satu-satunya moda transportasi harus didorong dan dituntun dengan berjalan kaki melewati alur sungai yang dangkal, sementara kondisi pasien membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Perahu harus dituntun berjalan kaki karena air surut, sementara nyawa pasien berpacu dengan waktu. Pemandangan ini sungguh memprihatinkan dan menyayat hati,” lanjut unggahan tersebut.

Puskesmas menilai kondisi tersebut menjadi gambaran nyata masih terbatasnya akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah pedalaman yang mengandalkan transportasi sungai. Situasi ini dinilai dapat memperbesar risiko keterlambatan penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Melalui unggahan itu, pihak puskesmas juga menyampaikan harapan agar pemerintah dan instansi terkait memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan infrastruktur dan sarana transportasi kesehatan di wilayah pelosok.

Sampai kapan masyarakat di pelosok harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan penanganan medis? Kepada pemerintah dan pihak-pihak berwenang, tolong tengoklah kami. Bantuan infrastruktur dan sarana transportasi kesehatan yang layak di wilayah sungai ini sudah sangat mendesak,” tulis mereka.

Unggahan tersebut turut disertai doa bagi pasien yang sedang dirujuk. Tenaga kesehatan berharap ibu dan bayi yang dievakuasi dapat memperoleh penanganan terbaik hingga kondisinya membaik.

Semoga ibu dan bayi kecil ini diberikan kekuatan dan kesembuhan,” tutup unggahan tersebut.

Kisah perjuangan tenaga kesehatan tersebut mendapat perhatian warganet dan kembali mengingatkan pentingnya pemerataan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Ketersediaan infrastruktur transportasi yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat di wilayah pedalaman dapat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, dan setara dengan daerah lainnya.

Bagikan ke