SAMPIT, INFOKALTENG – Sebuah video yang diunggah akun TikTok @Zxytran viral di media sosial setelah memperlihatkan dugaan aksi sekelompok mata elang (matel) yang diduga berupaya menguasai sebuah mobil milik warga di area parkir BCM Citimall Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban mengaku mobilnya nyaris dibawa meski kendaraan tersebut dibeli secara tunai (cash) dan tidak memiliki masalah pembiayaan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam unggahan tersebut, rombongan pelaku diduga datang menggunakan sebuah mobil Toyota Innova Reborn berwarna hitam dengan nomor polisi D 1191 AJF. Korban menduga para pelaku lebih dahulu mengamati kondisi kendaraan, termasuk memeriksa bagian mesin, sementara anggota komplotan lainnya mengawasi situasi di sekitar lokasi parkir.
Korban menjelaskan, saat kembali menuju mobil, dirinya dihampiri seorang pria berbaju putih yang bersikap seolah telah mengenalnya. Pelaku kemudian mengajak berbincang, bersalaman, hingga menepuk pundaknya sehingga korban sempat tidak menaruh rasa curiga.
“Awalnya kami mengira dia teman atau relasi kerja yang kami kenal. Tetapi setelah dia mengajak bersalaman dan menepuk pundak, saya mulai merasa ada yang janggal,” ujar korban dalam keterangannya yang diunggah melalui akun TikTok @Zxytran.
Tak lama kemudian, seorang pria lain berbaju hitam datang dan menyampaikan bahwa mobil tersebut akan ditarik. Setelah itu, pria berbaju putih meminta korban menyerahkan kunci kendaraan. Korban mengaku pelaku berbaju hitam bahkan sudah hampir masuk ke dalam mobil, namun kendaraan berhasil dikunci sehingga tidak sempat dikuasai.
Merasa situasi semakin mencurigakan, korban segera menjauh, mengunci mobil, lalu merekam seluruh kejadian menggunakan telepon genggam sebagai dokumentasi. Setelah mengetahui aksinya direkam, para pelaku disebut langsung meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan yang mereka bawa.
Korban mengaku sempat mengira peristiwa tersebut telah berakhir. Namun saat hendak meninggalkan area mal, ia kembali melihat mobil Innova dengan nomor polisi yang sama berada di lokasi parkir berbeda dan diduga membuntuti kendaraannya.
“Setelah keluar dari parkiran, mobil itu sempat menunggu di bahu jalan. Tidak lama kemudian mereka pergi. Dugaan kami mereka adalah komplotan matel atau pelaku perampasan dengan modus hipnotis,” tulis korban.
Korban juga menegaskan bahwa mobil yang menjadi sasaran tidak memiliki tunggakan kredit karena dibeli secara tunai sejak tahun 2015. Kepemilikan kendaraan, menurutnya, dapat dibuktikan melalui dokumen resmi berupa BPKB dan STNK.
“Unit kami tidak pernah bermasalah dan dibeli secara cash dari baru pada 2015. BPKB dan STNK lengkap. Kalau memang mereka matel, tentu melanggar SOP dan ketentuan hukum. Kalau ini perampasan bermodus hipnotis, kami berharap aparat dapat segera mengejar pelakunya agar tidak ada korban lain,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai video viral tersebut maupun identitas orang-orang yang terekam dalam rekaman. Peristiwa ini masih sebatas berdasarkan pengakuan korban dalam unggahan media sosial dan belum dapat dipastikan apakah pelaku merupakan mata elang atau pelaku tindak pidana dengan modus lain. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengalami kejadian serupa.
Bagikan ke
