Prof. Bhayu Rhama Siap Jalankan Kepemimpinan Tanpa Jarak

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030, Prof. Bhayu Rhama ST MBA PhD, menegaskan komitmennya membangun kepemimpinan yang terbuka, inklusif, dan dekat dengan seluruh sivitas akademika. Menurutnya, pemimpin perguruan tinggi harus hadir sebagai mitra yang mudah dijangkau, bukan menciptakan sekat dengan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.

Prof. Bhayu mengatakan kepemimpinan yang efektif tidak dibangun melalui hubungan yang berjarak, melainkan melalui komunikasi, kepercayaan, dan kepedulian terhadap seluruh elemen kampus. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif.

Di lingkungan kampus, saya berusaha menjadi pemimpin yang mudah dijangkau, terbuka untuk berdialog, dan dekat dengan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Saya percaya bahwa kepemimpinan yang baik bukan dibangun oleh jarak, melainkan oleh kepercayaan, kepedulian, dan kemauan untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

Selain mengedepankan komunikasi, Prof. Bhayu menilai seorang pemimpin juga harus mampu menjaga keseimbangan hidup agar dapat mengambil keputusan secara bijaksana. Menurutnya, aktivitas olahraga dan seni menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan.

Saya percaya keseimbangan hidup menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang sehat dan bijaksana. Karena itu saya menyempatkan diri berolahraga, bermain tenis dan golf, serta menyalurkan hobi bermain biola yang mengajarkan harmoni, disiplin, dan kepekaan,” katanya.

Bagi Prof. Bhayu, nilai-nilai yang diperoleh dari olahraga dan seni dapat diterapkan dalam memimpin organisasi. Harmoni, disiplin, serta kemampuan mendengarkan menjadi modal penting dalam membangun kerja sama dan menyelesaikan berbagai tantangan di lingkungan perguruan tinggi.

Di sisi lain, ia menyebut keluarga sebagai sumber motivasi terbesar dalam perjalanan hidupnya. Kehadiran istri dan kedua putrinya menjadi pengingat bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Tak hanya aktif di lingkungan kampus sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPR, Prof. Bhayu juga mengemban berbagai amanah di organisasi profesi, pendidikan, dunia usaha, kebudayaan, hingga pembangunan daerah. Menurutnya, pengalaman tersebut memperluas jejaring sekaligus memperkaya perspektif dalam memimpin.

Saya percaya ilmu pengetahuan akan bernilai ketika hadir di tengah masyarakat, membangun kolaborasi, dan melahirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi,” ungkapnya.

Prof. Bhayu menambahkan seluruh amanah yang dijalankannya memiliki tujuan yang sama, yakni memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Jika dipercaya memimpin UPR, ia ingin membangun budaya kepemimpinan yang partisipatif, mengedepankan kolaborasi, serta menjadikan universitas semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Kalimantan Tengah.

Semakin luas ruang pengabdian, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan. Bagi saya, jabatan hanyalah amanah, sedangkan kebermanfaatan adalah warisan yang sesungguhnya,” tutupnya.

Bagikan ke