PALANGKA RAYA, INFOKALTENG.CO – DPRD Kalteng mendorong Pemprov Kalteng lebih agresif menciptakan berbagai terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah tersebut dinilai mendesak agar keuangan daerah tetap kuat dan pembangunan tidak terhambat apabila terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, mengatakan struktur pendapatan daerah selama ini masih didominasi dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat kemampuan fiskal daerah cukup rentan terhadap perubahan kebijakan nasional, terutama apabila terjadi penyesuaian alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Ketergantungan fiskal kita masih kepada pemerintah pusat. Kalau pemerintah pusat mengurangi transfer ke daerah, tentu harus ada langkah yang disiapkan. Sementara potensi-potensi pendapatan yang besar lebih banyak dikuasai pemerintah pusat,” kata Purdiono, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi daerah untuk mencari peluang lain yang dapat dioptimalkan melalui kebijakan dan inovasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemprov Kalteng bersama pemerintah kabupaten dan kota perlu memperkuat strategi peningkatan PAD.
Purdiono menilai optimalisasi pengelolaan aset daerah, peningkatan pelayanan sektor perpajakan dan retribusi, pengembangan investasi, hingga pemanfaatan potensi sumber daya yang menjadi kewenangan daerah dapat menjadi bagian dari upaya memperluas sumber penerimaan.
Ia menegaskan inovasi fiskal harus menjadi agenda berkelanjutan, bukan sekadar respons terhadap kondisi tertentu. “Kami mendorong pemerintah daerah terus melakukan inovasi kebijakan fiskal agar berbagai potensi pendapatan yang ada di Kalteng bisa dioptimalkan. Dengan begitu, ketahanan fiskal daerah akan semakin kuat dan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan,” pungkasnya.
Bagikan ke
