TAMIANG LAYANG, INFOKALTENG – Seorang pensiunan guru Kementerian Agama (Kemenag) menjadi korban dugaan aksi hipnotis di kawasan Pasar Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur. Korban bernama Mursit mengalami kerugian setelah pelaku diduga mengambil uang dari rekeningnya melalui kartu ATM.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan dengan cara mengalihkan perhatian korban hingga meminta informasi pribadi, seperti nomor PIN ATM.
Dalam rekaman percakapan yang beredar, Mursit menceritakan bahwa kejadian bermula ketika seseorang menghampirinya dengan alasan sedang mencari seorang teman yang terpisah.
“Tadi pas ada orang mencari kawannya, berpisah sekali, berpisah, berpisah,” ujar Mursit menceritakan kejadian tersebut.
Pelaku kemudian diduga mengajak berbicara dengan membawa cerita mengenai keluarga yang sedang sakit. Dalam kondisi tersebut, korban akhirnya diminta meminjamkan kartu ATM.
“Lalu, bapak ada saudara sakit dan seterusnya. Lalu, pinjam ATM kok,” katanya.
Korban mengaku sempat memberikan kartu ATM miliknya karena terbujuk oleh perkataan pelaku. Setelah itu, pelaku juga mengetahui nomor PIN ATM tersebut.
“Pas nomor PIN juga (diberikan),” ujarnya.
ATM yang digunakan korban merupakan ATM Bank Kalteng. Setelah mendapatkan akses, pelaku kemudian mengambil uang dari rekening korban.
“Ngambilnya berapa dia sempat ngambil, Pak? Lima juta,” kata Mursit.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang sebesar Rp5 juta. Padahal, menurut penuturan korban, saldo yang tersimpan dalam rekeningnya mencapai sekitar Rp17 juta.
“Tabunganku 17 juta,” ungkapnya.
Beruntung, terdapat batasan transaksi sehingga pelaku tidak dapat mengambil seluruh uang yang ada di rekening korban.
“Tapi untung dibatasin, lima juta. Nggak bisa lebih,” katanya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pengguna layanan perbankan, agar tidak memberikan kartu ATM, PIN, maupun data pribadi kepada orang lain dengan alasan apa pun.
Warga diimbau lebih berhati-hati apabila bertemu orang tidak dikenal yang meminta bantuan dengan cara menciptakan situasi mendesak atau membingungkan, karena modus serupa dapat menyasar siapa saja.
Bagikan ke
