Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax Berpeluang Ikut Turun?

JAKARTA, INFOKALTENG – Penurunan harga minyak dunia membuka peluang adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax. Namun, keputusan penurunan harga masih menunggu evaluasi berdasarkan kondisi pasar dan kebijakan pemerintah.

Harga minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan setelah pasar merespons kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga minyak Brent tercatat turun ke level 78,66 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi 75,81 dolar AS per barel.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series selalu dievaluasi secara berkala dengan mengacu pada perkembangan parameter keekonomian.

“Pada prinsipnya, harga BBM non subsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth.

Menurutnya, harga Pertamax series yang berlaku sejak 10 Juni 2026 telah ditetapkan berdasarkan mekanisme harga pasar. Penyesuaian tersebut, kata dia, baru mencakup sekitar 50 persen dari total selisih harga pasar keekonomiannya.

Pertamina menyebut langkah penyesuaian harga tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat agar harga BBM tetap kompetitif dibandingkan negara-negara kawasan ASEAN.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar. Jika harga minyak dunia turun, maka harga BBM nonsubsidi juga berpotensi mengalami penyesuaian turun.

“Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun. Begitu juga sebaliknya,” kata Dwi.

Saat ini harga Pertamax berada di angka Rp16.250 per liter setelah mengalami penyesuaian harga. Pemerintah sebelumnya sempat mempertahankan harga Pertamax untuk menjaga daya beli masyarakat, sebelum akhirnya dilakukan penyesuaian mengikuti kondisi pasar.

Meski harga minyak dunia mulai turun, penurunan harga Pertamax tidak serta-merta langsung berlaku. Pertamina dan pemerintah masih akan melihat perkembangan harga minyak, nilai tukar, serta faktor keekonomian lainnya dalam evaluasi berikutnya.

Dengan tren penurunan harga minyak global, peluang penyesuaian harga Pertamax ke arah lebih rendah mulai terbuka, namun masyarakat masih harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah dan Pertamina.

Bagikan ke