PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kelas bilingual yang melibatkan dosen dari luar negeri. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa.
Ketua Satgas Kelas Bilingual FEB UPR yang juga merupakan dosen prodi Manajemen, Vivy Kristinae, mengatakan program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda dengan pendekatan internasional.
“Kelas bilingual ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami perspektif global dalam bidang ekonomi dan bisnis,” ujarnya.
Program ini mulai dipersiapkan sejak 2022 dan mulai diimplementasikan pada 2023. Salah satu keunggulan utama adalah kehadiran dosen tamu dari Malaysia dan Timor Leste.
Kehadiran dosen luar negeri dinilai memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Mahasiswa dapat mempelajari isu-isu global, tren ekonomi internasional, serta studi kasus dari berbagai negara.
“Mahasiswa mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari dosen luar negeri dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda,” tambahnya.
Selain itu, kelas bilingual ini juga mendorong terciptanya suasana belajar yang kolaboratif dan partisipatif. Interaksi antara mahasiswa dan dosen lintas negara memperkaya pengalaman akademik.
Program ini juga sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan kerja sama internasional dan pembelajaran berbasis kolaborasi global.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didorong untuk aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mempresentasikan hasil kajian dalam bahasa Inggris.
“Kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi salah satu kompetensi penting yang dikembangkan melalui program ini,” jelasnya.
Kolaborasi dalam proyek tim lintas negara juga menjadi bagian penting dari pembelajaran. Mahasiswa belajar bekerja dalam lingkungan multikultural yang menuntut adaptasi dan keterbukaan.
Melalui inovasi ini, FEB UPR berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional.
“Kelas bilingual ini diharapkan menjadi langkah awal menuju program pembelajaran berstandar global,” pungkasnya.
Bagikan ke
