JAKARTA, INFOKALTENG – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana menghadirkan ambulans udara dan tim dokter terbang untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena terkendala jarak dan akses transportasi.
Prabowo mengatakan, gagasan tersebut muncul setelah dirinya menerima laporan mengenai warga yang harus menempuh perjalanan hingga tujuh sampai sembilan jam untuk mencapai rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Kondisi itu bahkan menyebabkan sejumlah warga tidak tertolong.
“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7-9 jam pada saat sudah waktu mau pecah harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik. Karena jembatan tidak bagus,” kata Prabowo dalam pidato nota keuangan RAPBN 2027 di kompleks parlemen, Jumat (14/8).
Menurut Prabowo, kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah membutuhkan terobosan dalam pelayanan kesehatan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan ambulans udara untuk melakukan evakuasi maupun membawa layanan medis langsung kepada masyarakat.
“Untuk itu, kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulance udara. Bahkan nanti juga tim dokter terbang,” ujarnya.
Konsep tersebut memungkinkan dokter mendatangi langsung warga yang mengalami kondisi kesehatan serius dan tidak mampu menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, layanan kesehatan tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan pasien mencapai rumah sakit.
Prabowo mengatakan, ambulans udara tersebut nantinya menggunakan pesawat kecil yang memiliki kemampuan mendarat di berbagai lokasi. Pesawat dirancang agar dapat menjangkau wilayah yang tidak memiliki landasan penerbangan konvensional.
“Dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” kata Prabowo.
Selain ambulans udara, pemerintah juga menyiapkan penguatan fasilitas kesehatan dasar. Mulai 2027, pemerintah berencana merenovasi 10 ribu Puskesmas yang tersebar di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia.
Setiap Puskesmas tersebut akan memperoleh anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar. Pemerintah juga merencanakan renovasi atau pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) di 514 kabupaten/kota yang ditargetkan selesai paling lambat 2030.
Prabowo menegaskan, pembangunan fasilitas dan inovasi layanan kesehatan diarahkan agar masyarakat tidak lagi menghadapi perjalanan panjang hanya untuk memperoleh layanan kesehatan dasar. “Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” tegasnya.
Bagikan ke
