Intelektual Berpengalaman, Prof Bhayu Siap Bawa UPR Lebih Berdaya Saing

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., menegaskan komitmennya untuk membawa UPR menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdaya saing global. Tekad tersebut, menurutnya, lahir dari pengalaman memimpin dan rekam jejak pengabdian di lingkungan kampus, bukan semata-mata karena ambisi pribadi.

Prof. Bhayu mengatakan, semangat untuk terus belajar menjadi prinsip yang selalu dipegang dalam menjalankan kehidupan maupun kepemimpinan. Baginya, setiap pengalaman, tantangan, keberhasilan, hingga kegagalan merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter dan kualitas seorang pemimpin.

“Never stop learning, because life never stops teaching. Kalimat ini bukan sekadar kutipan favorit saya, melainkan prinsip hidup yang selalu saya pegang. Saya percaya bahwa proses belajar tidak pernah berakhir. Setiap pengalaman, tantangan, keberhasilan, bahkan kegagalan adalah guru yang membentuk cara berpikir, karakter, dan kualitas kepemimpinan seseorang,” ujar Prof. Bhayu.

Ia menuturkan, semangat sebagai long life learner tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan, mempertajam kepemimpinan, serta melahirkan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi.

Selain itu, Prof. Bhayu mengaku selalu berpegang pada moto hidup “Always Think and Useful for Society.” Menurutnya, ilmu pengetahuan hanya akan memiliki makna apabila mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi saya, ilmu pengetahuan hanya akan bermakna apabila mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain. Karena itu, setiap langkah yang saya ambil selalu berorientasi pada bagaimana memberikan kontribusi terbaik, terutama bagi Universitas Palangka Raya sebagai institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian saya,” katanya.

Sebagai seorang akademisi, Prof. Bhayu memandang profesi pendidik bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk membentuk generasi, membangun budaya akademik yang unggul, serta menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi dan perubahan.

Menurutnya, kepuasan terbesar sebagai pendidik adalah melihat mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan institusi berkembang bersama menuju kualitas yang lebih baik.

Prof. Bhayu menjelaskan, keputusannya maju sebagai bakal calon rektor didasarkan pada pengalaman memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membawa perubahan yang lebih luas di tingkat universitas.

“Tekad saya untuk menjadi Rektor Universitas Palangka Raya lahir dari pengalaman, bukan semata-mata ambisi. Amanah sebagai Dekan FISIP telah memberikan ruang bagi saya untuk membuktikan bahwa kepemimpinan yang kolaboratif, terukur, dan berorientasi pada hasil mampu menghasilkan berbagai capaian dan prestasi institusi,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman, rekam jejak kinerja, dan komitmen yang dimiliki dapat menjadi modal untuk membawa UPR semakin maju. Menurutnya, universitas memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing global, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.

“Saya ingin menghadirkan manfaat yang lebih besar, tidak lagi hanya untuk satu fakultas, tetapi bagi seluruh Universitas Palangka Raya. Saya percaya, dengan pengalaman, rekam jejak kinerja, serta komitmen yang kuat terhadap kemajuan perguruan tinggi, UPR dapat tumbuh menjadi universitas yang semakin unggul, berdaya saing global, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah sekaligus kontributor penting bagi kemajuan Indonesia,” tutup Prof. Bhayu.

Bagikan ke