Korban Ketiga Penyerangan Bandar Narkoba di Katingan Ditemukan Meninggal, Aiptu Sumaryanto Berjarak 7-10 Kilometer dari Lokasi Kejadian

KASONGAN, INFOKALTENG – Operasi pencarian personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang usai penyerangan saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, akhirnya tuntas. Korban ketiga dalam insiden tersebut, Aiptu Sumaryanto, ditemukan meninggal dunia di kawasan Rantau Asem, Minggu (5/7/2026), sekitar 7-10 kilometer dari lokasi kejadian mengikuti aliran Sungai Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penemuan jenazah Aiptu Sumaryanto. Setelah dievakuasi dari lokasi, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Dodik juga menyebut lokasi penemuan jenazah berada sekitar 7 hingga 10 kilometer dari Desa Tumbang Kalemei, lokasi terjadinya penyerangan terhadap anggota kepolisian saat operasi pemberantasan narkotika. Jarak tersebut merupakan perkiraan mengikuti aliran sungai.

Aiptu Sumaryanto sebelumnya dilaporkan hilang bersama Bripda Nopandri Ramadhana setelah tim Satresnarkoba Polres Katingan mendapat perlawanan saat melakukan penggerebekan terhadap jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Sehari sebelumnya, Sabtu (4/7/2026), tim gabungan lebih dulu menemukan jenazah Bripda Nopandri Ramadhana di aliran Sungai Katingan. Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, seluruh personel yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah ditemukan.

Insiden berdarah tersebut telah merenggut tiga anggota Polri. Aipda Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi penyerangan saat menjalankan tugas, sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang selama proses pencarian.

Peristiwa itu terjadi ketika personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran narkotika. Saat penggerebekan berlangsung, petugas diduga diserang oleh sejumlah orang menggunakan senjata tajam sehingga operasi berubah menjadi tragedi yang menewaskan tiga personel kepolisian.

Meski seluruh korban telah ditemukan, aparat gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan masih terus mengembangkan penyidikan. Sejumlah terduga pelaku telah diamankan, sementara target pelaku lain masih dalam pengejaran.

Bagikan ke