PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas sejumlah belanja yang dinilai tidak prioritas, mulai dari perjalanan dinas, pertemuan di hotel, honorarium, hingga pengadaan fasilitas kantor.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah penyesuaian anggaran agar program pemerintah lebih fokus menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di desa-desa.
“Perjalanan dinas sangat besar sekali. Alat-alat kursi kantor, pertemuan di hotel, makan-minum, itu kita potong,” ujar Agustiar Sabran, Rabu (20/5/2026).
Selain perjalanan dinas, Pemprov Kalteng juga melakukan penghematan terhadap belanja operasional kendaraan dinas seperti pemeriksaan mobil dan bahan bakar.
“Habis itu pemeriksaan mobil, minyak mobil, baju dinas dan sebagainya juga kita efisiensi,” katanya.
Agustiar menilai sejumlah aparatur sipil negara sudah menerima tambahan penghasilan dan tunjangan, sehingga honorarium tambahan dalam berbagai kegiatan dinilai perlu dibatasi.
“Mereka sudah punya TPP, punya tunjangan. Kok minta honor juga, nah itu saya pangkas,” tegasnya.
Menurutnya, efisiensi anggaran tidak berarti mengurangi pelayanan kepada masyarakat, melainkan mengalihkan belanja yang kurang penting untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah.
Ia mengatakan program pembangunan desa dan bantuan kepada masyarakat tetap menjadi fokus utama di tengah kebijakan penghematan anggaran tersebut.
“Justru program untuk masyarakat desa tetap jalan. Bantuan langsung juga tetap diberikan,” ungkapnya.
Bagikan ke
