Angka Lansia Capai 9,22 Persen, Kalteng Mulai Hadapi Penuaan Penduduk

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Kalimantan Tengah mulai menghadapi tren penuaan penduduk seiring meningkatnya jumlah warga lanjut usia (lansia) berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.

Data SUPAS 2025 menunjukkan persentase penduduk berusia 60 tahun ke atas di Kalimantan Tengah kini mencapai 9,22 persen. Angka tersebut meningkat dibanding hasil Sensus Penduduk 2020 yang berada di angka 7,41 persen.

Mengacu standar internasional, suatu wilayah dikategorikan memasuki fase ageing population apabila proporsi penduduk lansia mencapai minimal 10 persen dari total populasi.

Peningkatan jumlah lansia tersebut menunjukkan Kalimantan Tengah mulai mendekati fase penuaan penduduk yang menjadi tantangan baru dalam pembangunan daerah.

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Pulang Pisau menjadi daerah dengan persentase penduduk lansia tertinggi di Kalimantan Tengah, yakni mencapai 11,38 persen.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Barito Selatan sebesar 10,88 persen dan Kabupaten Barito Timur sebesar 10,44 persen.

Sementara itu, persentase lansia terendah berada di Kabupaten Seruyan sebesar 7,02 persen, Murung Raya 7,27 persen, dan Gunung Mas sebesar 7,48 persen.

SUPAS 2025 juga menggambarkan sebagian besar lansia di Kalimantan Tengah masih bergantung pada keluarga sebagai sumber utama penghidupan. Sebagian besar lansia memperoleh uang atau barang dari keluarga dengan proporsi sebesar 46,03 persen.

Selain bantuan keluarga, sumber penghidupan lansia lainnya berasal dari pekerjaan sebesar 38,09 persen, uang pensiun 11,19 persen, jaminan sosial atau bantuan sosial 1,83 persen, serta tabungan dan investasi sebesar 1,26 persen.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian penting bagi pemerintah dalam menyiapkan layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta kebijakan pembangunan yang lebih ramah terhadap kelompok usia lanjut di Kalimantan Tengah.

Bagikan ke