Menkes Budi Minta Warga Terdampak Kabut Asap Beradaptasi

JAKARTA, INFOKALTENG – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beradaptasi dengan kondisi kabut asap yang mengancam kesehatan. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan.

Budi mengatakan, membatasi paparan asap menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan, terutama ketika kondisi udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau bisa, stay di rumah. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus segera beradaptasi dan usahakan stay di rumah. Jangan keluar kecuali benar-benar perlu,” kata Budi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).

Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta mengenakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap. Budi menyarankan penggunaan masker N95 jika tersedia. Apabila tidak ada, warga dapat menggunakan masker yang dimiliki.

“Kalau ada yang masker N95, gunakan N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada. Tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah,” ujarnya.

Selain masker, masyarakat juga dianjurkan memakai kacamata untuk melindungi mata dari paparan asap serta mengenakan pakaian tertutup, seperti baju lengan panjang, guna mengurangi paparan debu dan partikel pada kulit.

Setelah kembali ke rumah, warga disarankan membersihkan tubuh menggunakan air tanpa menggosok kulit secara langsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan sisa debu dan asap yang menempel pada tubuh.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan akibat kabut asap. Iritasi mata, batuk, maupun gatal-gatal yang berlangsung terus-menerus perlu segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kalau mata kita iritasi, paru kita batuk, jangan tunggu sampai batuk darah. Atau kulit kita mulai iritasi atau gatal-gatal terus, segera ke Puskesmas terdekat,” katanya.

Ia memastikan puskesmas di daerah terdampak telah disiapkan dengan obat-obatan untuk menangani gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan kabut asap.

Menurut Budi, masyarakat perlu mengutamakan pencegahan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

“Pesan saya dari sisi kesehatan, usahakan tinggal di rumah,” ujarnya.

Imbauan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat di wilayah yang masih terdampak karhutla. Selain upaya pemadaman kebakaran, perlindungan kesehatan warga diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lain akibat paparan asap.

Bagikan ke