PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Sebanyak 51,71 ribu warga Kalimantan Tengah masih berstatus penganggur hingga Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan di daerah belum sepenuhnya teratasi, meskipun secara statistik mengalami sedikit perbaikan.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, menyampaikan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,44 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar tiga hingga empat orang belum mendapatkan pekerjaan.
Jika dibandingkan dengan Februari 2025, angka tersebut memang turun tipis sebesar 0,03 persen poin. Namun, penurunan ini dinilai belum cukup signifikan untuk mengurangi jumlah pengangguran secara menyeluruh.
Fenomena lain yang mencuat adalah ketimpangan berdasarkan jenis kelamin. TPT laki-laki tercatat sebesar 3,38 persen dan mengalami penurunan, sementara TPT perempuan justru meningkat menjadi 3,54 persen.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa akses terhadap pekerjaan belum merata. Perempuan di Kalimantan Tengah masih menghadapi tantangan lebih besar dalam memasuki pasar kerja dibandingkan laki-laki.
BPS menjelaskan bahwa pengangguran mencakup penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja namun aktif mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, hingga mereka yang merasa putus asa untuk mendapatkan pekerjaan. Data ini menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik, masih ada puluhan ribu warga yang berjuang untuk mendapatkan penghidupan yang layak.
Bagikan ke
