PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah, mengeluhkan keberadaan badut jalanan yang mulai marak di sejumlah titik Kota Palangka Raya. Melalui unggahan di akun TikTok @UmiAyukPky, ia mengaku mengalami kejadian tidak menyenangkan saat melintas di kawasan putaran balik Jalan G Obos–Galaxy.
Dalam video yang diunggahnya, Umi menilai keberadaan badut jalanan yang membantu menyeberangkan kendaraan justru mengganggu arus lalu lintas. Menurutnya, pengendara sebenarnya dapat melakukan putar balik tanpa bantuan.
“Yang kaya gini tu meresahkan lo. Kemarin saya tu mau putar balik kan di arah G Obos-Galaxy, ternyata ada dia. Kisahnya dia menyeberangkan kendaraan. Padahal tanpa dia kita bisa menyeberang sendiri,” ujar Umi.
Ia menceritakan, saat itu kondisi lalu lintas cukup padat sehingga dirinya lebih fokus mengendalikan kendaraan. Karena tidak sempat memberikan uang, seseorang yang berada di lokasi kemudian memukul mobilnya.
“Saat itu karena dalam kondisi padat itu, saya ga ngeh mau memberi atau ga. Karena padat sekali daripada celaka atau apa ya. Dipukulnya mobil saya. Kaget saya. Ini kan mengarah pada pemalakan,” katanya.
Menurut Umi, tindakan tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintas di lokasi yang terdapat aktivitas serupa.
Ia juga meminta instansi terkait segera melakukan penertiban agar aktivitas yang dinilai meresahkan tersebut tidak terus berulang dan mengganggu ketertiban lalu lintas di Kota Palangka Raya.
“Jadi hati-hati ini mulai meresahkan, tolong ya dinas terkait untuk ditertibkan,” ucapnya.
Keberadaan badut jalanan maupun individu yang menawarkan jasa mengatur lalu lintas secara tidak resmi belakangan menjadi perhatian sebagian masyarakat. Selain berpotensi mengganggu arus kendaraan, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan maupun pelakunya sendiri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai keluhan yang disampaikan mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya tersebut maupun rencana penertiban di lokasi yang dimaksud.
Bagikan ke
