PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Kondisi monumen Pahlawan Nasional asal Kalimantan Tengah, Tjilik Riwut di Kabupaten Katingan mendapat perhatian dari Nila Riwut. Melalui surat terbuka yang disampaikan lewat media sosial, ia meminta Pemerintah Kabupaten Katingan memastikan monumen tersebut dirawat dengan baik sebagai simbol perjuangan dan sejarah daerah.
Nila Riwut menyampaikan keprihatinannya setelah melihat kondisi kawasan patung Tjilik Riwut melalui sebuah video yang beredar. Menurutnya, keberadaan patung tersebut bukan hanya sekadar bangunan, tetapi menjadi pengingat perjalanan perjuangan tokoh Dayak Ngaju yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
Dalam surat terbukanya kepada Bupati Katingan, Nila mengungkapkan bahwa patung Tjilik Riwut yang dibangun megah di kampung kelahiran sang pahlawan di Kasongan sebelumnya telah mengalami beberapa kejadian kerusakan.
“Namun demikian, telah terjadi 3 kali peristiwa mengejutkan khususnya bagi saya yang hidup di perantauan,” tulis Nila Riwut dalam surat terbukanya.
Ia menjelaskan, kejadian pertama terjadi ketika bagian pergelangan tangan patung mengalami patah dan jatuh. Setelah dilakukan perbaikan, tidak lama kemudian patung kembali mengalami kerusakan hingga patah berkeping-keping dan berserakan di tanah.
Sebagai langkah perbaikan, Pemerintah Kabupaten Katingan kemudian membangun kembali patung baru dengan konsep yang lebih megah. Namun, Nila menilai pembangunan fisik harus diikuti dengan perhatian terhadap pemeliharaan agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.
Menurutnya, dari video yang ia lihat, kawasan sekitar patung terlihat membutuhkan perhatian. Ia menyoroti adanya rumput liar yang tumbuh di sekitar lokasi hingga tanaman berkayu yang mulai berkembang.
“Saya mengamati di video, rumput liar tumbuh subur di sana sini, bahkan bakal pohon berkayu keras pun ikut tumbuh. Diorama pelengkap pun luntur,” ujarnya.
Nila berharap kawasan monumen Tjilik Riwut tidak hanya menjadi tempat berdirinya patung, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah dan semangat perjuangan.
“Harapan saya dibangunnya patung selain menjadi pengingat semangat perjuangan Bapak Tjilik Riwut maka lokasi tersebut menjadi tempat pembelajaran untuk bersatu membangun Katingan,” tulisnya.
Tjilik Riwut sendiri merupakan salah satu tokoh asal Dayak Ngaju yang perjalanan perjuangannya melampaui batas kesukuan. Ia pernah menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah kedua periode 1958-1967, dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Nila menegaskan, menjaga monumen perjuangan merupakan bagian dari menjaga semangat dan nilai yang diwariskan para tokoh bangsa.
“Merawat adalah hal kecil tapi merupakan simbol menjaga semangat. Semangat adalah sesuatu yang harus dipupuk terus menerus,” pungkasnya.
Bagikan ke
