Mahasiswa Kotim di Palangka Raya Diminta Tak Jadi Penonton di Daerah Sendiri

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG — Mahasiswa asal Kotawaringin Timur (Kotim) yang menempuh pendidikan di Palangka Raya didorong tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberi kontribusi bagi daerah.

Pesan tersebut disampaikan Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi, saat membuka Malam Keakraban (Makrab) Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya di Anjungan Betang Kotim, Sabtu (3/10/2026).

Hendri mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk menentukan masa depan sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Kalau kesempatan yang Tuhan berikan ini tidak mampu dimanfaatkan dan tidak mau mempersiapkan diri, maka siap-siap menjadi penonton di negeri sendiri,” tegas Hendri.

Ia mengatakan Kotim memiliki potensi sumber daya yang besar, mulai dari sektor pertambangan hingga perkebunan kelapa sawit. Potensi tersebut membutuhkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap perkembangan daerah.

“Kotim terus melahirkan orang-orang hebat, tangguh, dan luar biasa. Saya belajar dari salah satu atasan saya yang beberapa waktu lalu menjadi Kajati, Pak Agus Sahat. Beliau adalah orang Sampit,” kata Hendri.

Karena itu, mahasiswa Kotim di Palangka Raya didorong mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin yang mampu mengambil peran, baik untuk Kotim, Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah.

“Adik-adik semua harus menjadi motor penggerak, orang-orang yang mampu menjadi pemimpin-pemimpin terbaik dan memanfaatkan kekayaan Kotim untuk kemajuan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Ketua Umum IPMK Palangka Raya, Muhammad Sya’ban, mengatakan organisasi mahasiswa daerah tidak semestinya hanya menjadi tempat berkegiatan. IPMK diharapkan menjadi ruang untuk membangun jaringan, berdiskusi, serta saling membantu mahasiswa Kotim selama menjalani pendidikan di perantauan.

“Kita semua datang dari daerah yang sama, Kotim. Karena itu, jangan sampai ketika berada di Palangka Raya kita berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan,” jelas Sya’ban.

Ia juga mengajak mahasiswa baru memiliki kepedulian terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di Kotim. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat persoalan daerah dan mencari ruang untuk ikut berkontribusi.

“Kita harus punya kepedulian terhadap Kotawaringin Timur. Kita harus tahu apa yang sedang terjadi dan bagaimana mahasiswa bisa mengambil bagian,” tegasnya.

Makrab IPMK Palangka Raya berlangsung selama dua hari, 3-4 Oktober 2026. Kegiatan diisi dengan sharing perkuliahan, pengenalan daerah Kotim, sejarah IPMK Palangka Raya, serta berbagai permainan untuk membangun kebersamaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KPID Kalteng Sesa Mareki, alumni IPMK Palangka Raya Mulia Gumi, pengurus IPMK Palangka Raya periode 2025-2026, serta mahasiswa baru asal Kotim. Para peserta juga menginap di Anjungan Betang Kotim sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keakraban.

Bagikan ke