Prof. Bhayu Rhama di Mata Mahasiswa UPR: Tak Sekadar Mengajar, tetapi Memotivasi Mahasiswa Berkembang

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Sosok Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., dinilai tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kuliah, tetapi juga menjadi motivator yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang. Penilaian itu disampaikan Enjelie Cepianty Danubarti, mahasiswi Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR angkatan 2024.

Enjelie mengaku merasakan pengalaman belajar yang berbeda saat mengikuti mata kuliah Kebijakan Pembangunan dan Pariwisata Berkelanjutan yang diampu Prof. Bhayu. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami karena dijelaskan secara runtut dan sistematis.

“Kesan saya selama diajar Prof. Bhayu sangat membantu. Beliau menyampaikan materi dengan jelas, sistematis, dan mudah dipahami, sehingga kami lebih mudah mengikuti setiap pembahasan di kelas,” ujarnya.

Ia mengatakan proses pembelajaran tidak berhenti ketika perkuliahan selesai. Prof. Bhayu, kata Enjelie, menyediakan media pembelajaran berbasis website yang dapat diakses mahasiswa kapan saja untuk memperdalam materi yang telah dipelajari.

“Prof. Bhayu memiliki website yang mudah diakses mahasiswa. Jadi ketika mengalami kesulitan dalam belajar, kami tetap bisa mempelajari materi melalui website tersebut,” katanya.

Menurut Enjelie, metode pembelajaran yang diterapkan Prof. Bhayu juga mampu menciptakan suasana kelas yang aktif. Mahasiswa didorong untuk berdiskusi, mengemukakan gagasan, dan berpikir kritis terhadap berbagai persoalan yang dibahas selama perkuliahan.

“Suasana pembelajaran terasa interaktif karena Prof. Bhayu mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan berani menyampaikan pendapat. Hal itu membuat kami semakin termotivasi untuk terus belajar,” ungkapnya.

Bagi Enjelie, motivasi yang diberikan Prof. Bhayu bukan hanya melalui materi kuliah, tetapi juga lewat cara beliau membangun kepercayaan diri mahasiswa agar berani menyampaikan ide dan solusi.

“Beliau tidak hanya mengajar, tetapi juga memotivasi kami untuk berkembang dan percaya diri dalam menyampaikan pemikiran,” tuturnya.

Selain dikenal sebagai pengajar yang komunikatif, Enjelie juga menilai Prof. Bhayu memiliki kepribadian yang ramah dan terbuka terhadap mahasiswa. Sikap tersebut membuat komunikasi antara dosen dan mahasiswa terjalin dengan baik.

“Menurut saya, Prof. Bhayu memiliki pribadi yang sangat baik, ramah, dan terbuka kepada mahasiswa. Kami merasa nyaman ketika berdiskusi maupun berkonsultasi,” katanya.

Ia juga melihat Prof. Bhayu sebagai sosok yang profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas di lingkungan kampus. Berbagai tantangan yang dihadapi di FISIP, menurutnya, mampu disikapi dengan baik.

“Beliau profesional dan bertanggung jawab. Dari berbagai kendala atau kekurangan yang ada di FISIP, beliau mampu mengatasinya dengan baik,” ujar Enjelie.

Lebih lanjut, Enjelie mengatakan dedikasi Prof. Bhayu menjadi inspirasi bagi dirinya dan rekan-rekan mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan diri.

“Prof. Bhayu penuh dedikasi dan memberikan inspirasi kepada saya maupun teman-teman mahasiswa agar terus berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan,” tutupnya.

Testimoni tersebut menggambarkan bagaimana mahasiswa tidak hanya menilai kompetensi akademik seorang dosen, tetapi juga kemampuan membangun suasana belajar yang kondusif, mendorong pola pikir kritis, serta memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkembang selama menempuh pendidikan di Universitas Palangka Raya.

Bagikan ke