PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Perseteruan antar-kreator konten kembali ramai diperbincangkan di TikTok. Kali ini, selebgram asal Kalimantan Tengah, Zhezee Galuh atau Ernawati, terlibat aksi saling sindir dengan kreator kuliner nasional Ci Mehong setelah ulasan produk makanan yang dibuatnya viral.
Polemik tersebut bermula saat Ci Mehong menggelar bazar kuliner atau kunjungan kerja di Lippo Plaza Palangka Raya pada akhir pekan lalu. Zhezee Galuh yang hadir di lokasi kemudian membeli produk ikonik Bika Ambon milik Ci Mehong yang dikenal sebagai produk dengan harga premium.
Setelah mencoba produk tersebut, Zhezee membuat konten ulasan melalui akun TikTok miliknya. Dalam video itu, ia menyampaikan kritik terhadap Bika Ambon tersebut, mulai dari tekstur hingga harga, dengan gaya penyampaian yang dinilai sebagian warganet cukup tajam dan mengundang perhatian.
Konten tersebut kemudian menyebar luas dan memicu beragam komentar publik. Banyak warganet ikut membahas perbedaan pandangan antara kritik terhadap produk dan cara penyampaian ulasan di media sosial.
Ci Mehong yang dikenal aktif membuat konten kuliner serta menjaga citra produk miliknya, PIK Baking House, kemudian memberikan tanggapan. Ia menyampaikan respons melalui siaran langsung dan unggahan video balasan.
Dalam tanggapannya, Ci Mehong menegaskan bahwa produk yang dijualnya dibuat dengan standar kualitas tertentu serta menggunakan bahan premium. Ia juga mempertanyakan maksud dari ulasan yang dibuat Zhezee.
Ci Mehong menilai konten tersebut justru memanfaatkan namanya untuk menarik perhatian publik. Ia menyebut tindakan itu sebagai upaya mencari popularitas atau meningkatkan keterlibatan (engagement) di media sosial.
Sementara itu, Zhezee Galuh dikenal sebagai kreator konten asal Kalimantan Tengah yang beberapa kali menjadi sorotan publik melalui konten-kontennya di media sosial.
Polemik antara keduanya pun menjadi perbincangan luas karena memperlihatkan bagaimana sebuah konten ulasan makanan dapat berkembang menjadi konflik terbuka antar-kreator ketika melibatkan figur dengan basis pengikut besar.
Hingga kini, perdebatan terkait review Bika Ambon tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kritik terhadap produk di ruang digital perlu disampaikan secara proporsional agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Bagikan ke
