PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya percepatan penanganan gangguan pada sejumlah unit pembangkit di Sistem Interkoneksi Kalimantan. Melalui koordinasi dengan pengelola pembangkit dan berbagai pemangku kepentingan, PLN menargetkan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada pekan pertama Agustus 2026.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono, mengatakan saat ini seluruh sumber daya terbaik dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan yang terdampak gangguan.
“Bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis agar pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat segera kembali optimal,” ujar Iwan melalui keterangan resmi yang diterima di Palangka Raya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, gangguan pada sistem interkoneksi dipicu oleh kerusakan generator di PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut mengakibatkan kemampuan pasok sistem menurun sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Menurut Iwan, fokus utama PLN saat ini adalah mempercepat penyelesaian pekerjaan di seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan agar sistem kelistrikan dapat kembali beroperasi secara normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan. Kami juga terus melakukan koordinasi secara intensif agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas,” katanya.
PLN optimistis proses pemulihan akan berjalan sesuai target. Setelah seluruh tahapan perbaikan dan pengujian dinyatakan aman, unit-unit pembangkit akan dioperasikan kembali secara bertahap sehingga pasokan listrik kepada pelanggan dapat meningkat secara bertahap.
“Dengan progres yang ada saat ini, kami menargetkan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada minggu pertama Agustus 2026, seiring unit-unit pembangkit kembali beroperasi secara bertahap setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan aman,” jelas Iwan.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN tetap menerapkan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di wilayah tertentu guna menjaga keandalan Sistem Interkoneksi Kalimantan. Langkah tersebut dilakukan agar sistem tetap stabil sekaligus memberikan ruang bagi proses perbaikan pembangkit yang sedang berlangsung.
PLN juga terus memantau perkembangan pekerjaan di setiap lokasi pembangkit dan memastikan informasi terbaru mengenai proses pemulihan akan disampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. Di sisi lain, masyarakat diimbau menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 WITA, dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan listrik secara efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali normal,” tutup Iwan.
Bagikan ke
