PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Agustiar Sabran memilih pendekatan dialog dan semangat filosofi Huma Betang saat menemui massa aksi Aliansi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh Jilid II di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Di tengah aksi penyampaian aspirasi mahasiswa, Agustiar turun langsung menemui peserta aksi dan mengajak seluruh pihak duduk bersama mencari solusi terbaik untuk Kalimantan Tengah.
“Suara mahasiswa adalah suara rakyat, mari kita duduk bersama mencari solusi terbaik untuk Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar di hadapan massa aksi.
Pendekatan tersebut dinilai mencerminkan filosofi Huma Betang, yakni semangat hidup bersama dalam keberagaman dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan saling menghormati.
Dengan sikap terbuka dan humanis, gubernur menegaskan pemerintah daerah tidak menutup diri terhadap kritik maupun aspirasi masyarakat.
“Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat. Pemerintah hadir untuk mendengar, memahami, dan mencari jalan keluar bersama,” katanya.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan sosial dan kesejahteraan masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Agustiar menekankan bahwa demokrasi harus dijaga secara damai dan santun agar penyampaian aspirasi tetap berjalan kondusif tanpa mengorbankan persatuan masyarakat.
“Semangat demokrasi harus tetap dijaga dengan damai, santun, dan penuh rasa saling menghormati. Kalteng kuat karena persatuan,” tegasnya.
Kehadiran gubernur di tengah massa aksi mendapat respons positif dari peserta demonstrasi yang mengapresiasi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan mahasiswa.
Aksi mahasiswa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan situasi tetap kondusif hingga kegiatan selesai.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap semangat Huma Betang dapat terus menjadi landasan dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah melalui musyawarah dan kebersamaan.
Bagikan ke
