SAMPIT, INFOKALTENG – Seorang warganet mengeluhkan maraknya perilaku catcalling yang dialami gadis muda di Kabupaten Kotawaringin Timur. Curhatan tersebut disampaikan melalui akun TikTok pribadinya dan menjadi perhatian publik di media sosial.
Dalam unggahannya, ia menilai perilaku catcalling yang kerap terjadi di ruang publik sangat tidak pantas dan meresahkan, terutama bagi perempuan. Ia juga menyebut tindakan tersebut dapat merusak citra Kota Sampit sebagai daerah yang aman dan nyaman.
“Perilaku seperti ini sangat tidak pantas dan bikin tidak nyaman. Apalagi sering terjadi pada perempuan muda,” ungkapnya dalam video yang diunggah.
Keluhan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet lain. Sebagian besar menyayangkan masih adanya tindakan catcalling yang dianggap sebagai bentuk pelecehan verbal di ruang publik.
Selain itu, warganet juga mendorong adanya kesadaran bersama untuk menghentikan perilaku tersebut, serta pentingnya edukasi terkait etika berinteraksi di ruang publik.
Fenomena catcalling sendiri kerap menjadi sorotan karena dinilai mengganggu rasa aman, khususnya bagi perempuan. Praktik ini biasanya berupa siulan, komentar fisik, atau ucapan bernada menggoda yang dilontarkan kepada orang yang tidak dikenal.
Bagikan ke
