SUKAMARA, INFOKALTENG – Bupati Sukamara H. Masduki mengajak masyarakat pesisir untuk terus menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan sekaligus warisan bagi generasi mendatang. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Syukuran Laut ke-20 Kecamatan Jelai, Sabtu (31/1/2026), yang dihadiri para nelayan, tokoh adat, dan unsur pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Masduki memberikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Jelai yang selama dua dekade konsisten mempertahankan tradisi Syukuran Laut sebagai bagian dari budaya lokal yang sarat makna.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Jelai, panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah berperan aktif dalam melestarikan tradisi Syukuran Laut yang telah berlangsung selama dua puluh tahun,” ujar Masduki.
Menurutnya, Syukuran Laut bukan hanya agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir. Tradisi tersebut juga menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat dengan alam.
“Syukuran Laut merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas hasil laut yang melimpah, sekaligus bentuk kearifan lokal yang patut kita jaga dan lestarikan bersama,” katanya.
Masduki menegaskan, nilai yang terkandung dalam Syukuran Laut jauh lebih besar dibanding sekadar perayaan budaya. Tradisi itu mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Syukuran Laut bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi memiliki makna mendalam sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam, merawat ekosistem laut, serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat pesisir,” tegasnya.
Bupati menjelaskan, laut menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat Kecamatan Jelai. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian sumber daya laut agar tetap produktif dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak para nelayan untuk terus menerapkan praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat merusak ekosistem laut. Menurutnya, keberlanjutan sumber daya laut sangat menentukan kesejahteraan masyarakat pesisir di masa depan.
“Laut adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Kecamatan Jelai. Menjaga kelestariannya merupakan tanggung jawab kita bersama agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh anak cucu kita di masa mendatang,” ungkap Masduki.
Peringatan Syukuran Laut ke-20 berlangsung meriah dengan diikuti masyarakat pesisir, nelayan, tokoh adat, dan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian laut dan lingkungan pesisir.
Bagikan ke
