MUARA TEWEH, INFOKALTENG – Kepolisian Resor (Polres) Barito Utara mengungkap motif di balik kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Aksi keji tersebut dipicu oleh konflik lama yang memuncak menjadi dendam dan berujung pada pembunuhan berencana.
Pengungkapan itu disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Barito Utara, Kompol Krisistya Artantyo Octoberna, didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan serta Kasi Humas Iptu Novendra W.P.
Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan menjelaskan, pelaku dalam kasus ini berjumlah empat orang. Tiga di antaranya merupakan saudara kandung, sementara satu lainnya adalah ipar atau suami dari salah satu pelaku berinisial SA.
“Para pelaku memiliki hubungan keluarga dan bersama-sama melakukan aksi tersebut,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, motif pembunuhan dilatarbelakangi konflik pribadi yang telah berlangsung lama antara pelaku dan korban, terutama terkait penutupan akses jalan menuju lahan kebun milik pelaku.
Ketegangan memuncak saat para pelaku mendatangi pondok korban untuk meminta penjelasan. Cekcok pun terjadi dan memicu emosi para pelaku.
“Pada hari Jumat terjadi cekcok. Dalam peristiwa itu korban mencaci maki orang tua pelaku. Dua pelaku kemudian menghubungi keluarganya,” jelas AKP Ricky.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, para pelaku kemudian merencanakan aksi balas dendam. Dua hari berselang, tepatnya pada Minggu, mereka kembali mendatangi korban.
“Para pelaku datang dan melakukan pembunuhan yang sudah direncanakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, polisi mengungkap bahwa konflik antara kedua pihak sebenarnya telah berlangsung lama dan sempat dimediasi oleh aparat di Polsek Benangin I. Namun, persoalan tersebut tidak tuntas dan kembali memanas.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat aksi kekerasan tersebut melibatkan hubungan keluarga dan dipicu masalah yang seharusnya dapat diselesaikan secara damai.
Polres Barito Utara menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini sesuai hukum yang berlaku, serta mengimbau masyarakat agar mengedepankan penyelesaian konflik secara bijak guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Bagikan ke
