CILACAP, INFOKALTENG – Pertamina Patra Niaga terus mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai salah satu alternatif bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan. Salah satu pengembangan dilakukan di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, dengan memanfaatkan Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah sebagai salah satu bahan baku.
Pengembangan SAF tersebut menjadi bagian dari ekosistem energi Pertamina sekaligus upaya mendorong pemanfaatan limbah menjadi sumber daya bernilai dalam rantai energi.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan pengembangan SAF menjadi salah satu topik dalam agenda Pertamax Journey 2026 yang mempertemukan jurnalis dari berbagai wilayah operasional Pertamina Patra Niaga.
“Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” jelas Kitty, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, Kilang Cilacap juga diproyeksikan menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi hijau sekaligus mendukung pengembangan SAF nasional. Pemanfaatan UCO menjadi salah satu bagian dalam pengembangan bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.
Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF juga membuka peluang untuk mengubah limbah yang sebelumnya kurang bernilai menjadi bagian dari rantai nilai energi. Langkah tersebut sejalan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengembangan energi.
Kitty mengatakan pengembangan SAF merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga menghadirkan produk dan layanan energi yang menyesuaikan dengan perkembangan industri. Salah satunya kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.
“Bagi kami, keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dibangun secara bersamaan,” tutupnya.
Bagikan ke
