JAKARTA, INFOKALTENG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi terkait informasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya disebut bersumber dari data BMKG dalam unggahan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Klarifikasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun media sosial resminya. BMKG menegaskan bahwa informasi mengenai aktivitas vulkanik, termasuk Gunung Anak Krakatau, bukan merupakan ranah tugas dan fungsi BMKG.
“Hai Kak, untuk informasi terkait aktivitas vulkanik termasuk Anak Gunung Krakatau, itu bukan dalam ranah tupoksi BMKG ya kak,” tulis BMKG melalui akun @infobmkg.
BMKG kemudian mengarahkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas vulkanik dari Badan Geologi sebagai lembaga yang berwenang menangani informasi tersebut.
“Kakak bisa langsung bertanya atau memantau informasi dari @badan.geologi ya, terima kasih,” lanjut BMKG.
Sebelumnya, Sekretariat Kabinet melalui unggahannya menyebut Gunung Anak Krakatau sedang mengalami beberapa kali erupsi. Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa informasi tersebut berdasarkan data BMKG.
Sekretariat Kabinet kemudian mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi paparan debu vulkanik.
Masyarakat yang hendak keluar rumah dianjurkan menggunakan masker yang tepat, seperti N95 atau KN95, untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik. Warga juga diminta menggunakan kacamata pelindung dan menghindari penggunaan lensa kontak atau softlens.
Selain itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di ruang terbuka selama kondisi udara masih dipenuhi debu vulkanik. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta membuat permukaan jalan licin.
Masyarakat juga dianjurkan mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di ruang terbuka.
Dalam unggahan yang sama, Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga pukul 13.30 WIB. Informasi mengenai perubahan tujuan penerbangan maupun kompensasi disebut akan disampaikan secara berkala oleh Kementerian Perhubungan.
Melalui klarifikasi tersebut, BMKG menegaskan pentingnya masyarakat merujuk informasi aktivitas gunung api kepada lembaga yang memiliki kewenangan di bidang vulkanologi. Untuk informasi terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, masyarakat diarahkan memantau kanal resmi Badan Geologi.
Bagikan ke
