Viral Live TikTok Saat Jam Dinas, Dua Oknum Petugas DPKP Kotim Minta Maaf

SAMPIT, INFOKALTENG – Dua orang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah video siaran langsung (live) TikTok yang diduga dilakukan saat jam dinas viral di media sosial. Video tersebut sebelumnya memicu beragam tanggapan dari masyarakat karena memperlihatkan aktivitas media sosial yang dilakukan di ruangan menyerupai kantor pemerintahan.

Video yang beredar luas itu sempat menimbulkan spekulasi di tengah publik terkait identitas sosok dalam rekaman. Setelah menjadi perbincangan, yang bersangkutan akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas tindakannya.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video permohonan maaf, petugas tersebut mengakui telah melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok saat jam dinas. Ia juga mengakui ucapan yang disampaikan selama siaran telah menimbulkan ketidaknyamanan dan reaksi dari berbagai pihak.

“Dengan diunggahnya video ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur atas perbuatan kami melakukan siaran langsung (live) melalui media sosial TikTok pada saat jam dinas serta atas ucapan atau perkataan yang kami sampaikan dalam siaran tersebut yang telah menimbulkan rasa tersinggung, ketidaknyamanan, dan reaksi dari berbagai pihak,” ucapnya.

Ia menyatakan menyesali perbuatannya dan menyadari bahwa tindakan tersebut telah berdampak terhadap citra instansi tempatnya bertugas. Permohonan maaf juga disampaikan kepada masyarakat yang merasa terganggu akibat video tersebut.

“Kami menyesali perbuatan tersebut dan memohon maaf atas dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, serta nama baik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia berjanji akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap aparatur maupun petugas pelayanan publik harus mampu menjaga etika, baik di lingkungan kerja maupun di ruang digital.

“Kami berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran, lebih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga menegaskan tidak akan mengulangi perbuatan serupa maupun tindakan lain yang berpotensi menimbulkan keresahan dan merugikan nama baik pemerintah daerah maupun instansi tempatnya bertugas.

“Kami juga menyatakan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama maupun perbuatan lain yang dapat menimbulkan keresahan, ketersinggungan, atau merugikan nama baik masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur,” tegasnya.

Video permohonan maaf tersebut beredar setelah rekaman siaran langsung TikTok yang diduga dilakukan saat jam dinas ramai diperbincangkan warganet. Peristiwa itu memicu perhatian publik mengenai etika penggunaan media sosial oleh aparatur atau petugas yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur terkait tindak lanjut atau sanksi atas peristiwa tersebut. Namun, permohonan maaf yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus pengingat akan pentingnya profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Bagikan ke