Pasokan Listrik Terganggu, PLN Minta Pelanggan Hemat Listrik

BANJARBARU, INFOKALTENG – PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk menggunakan listrik secara bijak menyusul terganggunya pasokan listrik akibat penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan sistem selama proses pemulihan berlangsung.

Dalam holding statement yang dirilis Senin (27/7/2026), PLN menjelaskan gangguan pasokan dipicu oleh gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Saat ini telah terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang disebabkan oleh gangguan generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” demikian pernyataan resmi PLN.

Untuk menjaga keamanan dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di wilayah tertentu selama proses perbaikan berlangsung. Langkah ini dilakukan agar sistem kelistrikan tetap stabil hingga seluruh pembangkit yang mengalami gangguan kembali beroperasi.

Selain mempercepat proses pemulihan, PLN juga mengajak masyarakat berpartisipasi dengan mengurangi penggunaan listrik, terutama pada jam beban puncak pukul 18.00 hingga 21.00 WITA. Penghematan dari pelanggan dinilai akan membantu menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

PLN mengimbau pelanggan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan listrik yang hemat energi. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mengurangi beban sistem selama masa pemulihan.

Dukungan pelanggan akan membantu menjaga kestabilan sistem hingga proses pemulihan selesai,” tulis PLN dalam imbauannya kepada masyarakat.

Di sisi lain, PLN memastikan seluruh personel dan sumber daya terbaik telah dikerahkan untuk mempercepat perbaikan unit pembangkit yang mengalami gangguan. Perusahaan juga berkomitmen memberikan informasi perkembangan pemulihan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi.

PLN bersama seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat upaya pemulihan dengan mengerahkan personel dan sumber daya terbaik agar unit pembangkit yang mengalami gangguan dapat segera kembali beroperasi,” demikian pernyataan PLN.

General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Ia berharap dukungan masyarakat dalam menghemat penggunaan listrik dapat membantu mempercepat pemulihan sistem sehingga pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah segera kembali normal.

Bagikan ke