Enam Heli Water Bombing Terkendala Kabut Asap untuk Pemadaman Tanjung Puting

PANGKALAN BUN, INFOKALTENG – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menghadapi kendala. Enam helikopter water bombing yang berada di Kalteng belum dapat beroperasi karena terbatasnya jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Untuk menjaga operasi pemadaman tetap berjalan, satu helikopter water bombing milik swasta kini beroperasi dari Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Bandara tersebut dipilih setelah koordinasi dilakukan karena kondisi jarak pandangnya dinilai lebih baik.

Berdasarkan laporan operasi, helikopter tersebut melakukan 16 kali water bombing pada hari sebelumnya. Sementara itu, pada hari ini, sorti pertama telah mencapai 26 kali pengeboman air dan operasi dijadwalkan berlanjut pada siang hari.

Dukungan armada udara juga bertambah. Helikopter water bombing milik TNI Angkatan Darat telah tiba di Kuala Pembuang. Sementara itu, helikopter milik Kementerian Kehutanan dijadwalkan segera menyusul dari Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin.

Pemindahan titik operasi ke Kuala Pembuang menjadi salah satu langkah untuk mengatasi kendala penerbangan akibat jarak pandang terbatas di Palangka Raya. Dengan kondisi yang lebih mendukung, helikopter diharapkan dapat melanjutkan upaya pemadaman dari udara.

Selain mengoptimalkan pengerahan helikopter, penanganan karhutla juga dilakukan dengan memperkuat pasukan darat. Penambahan personel menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan penanganan kebakaran di kawasan Tanjung Puting.

“Segala daya upaya terus diikhtiarkan termasuk mempertebal pasukan darat,” demikian keterangan dalam laporan penanganan karhutla tersebut.

Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu wilayah konservasi penting di Kalimantan Tengah. Karena itu, upaya pemadaman melalui udara dan darat terus dilakukan untuk menangani kebakaran serta mengurangi ancaman terhadap kawasan tersebut.

Bagikan ke