Resmi Dilantik, Prof Bhayu Rhama Prioritaskan Pembenahan Dasar UPR

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030, Senin. Ia langsung menyiapkan sejumlah langkah awal, termasuk membenahi kebutuhan dasar kampus dan merangkul seluruh elemen UPR.

Pelantikan Bhayu berlangsung dalam upacara pelantikan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN), Kepala LLDIKTI, pejabat fungsional, dan kepala sekolah di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Usai pelantikan, Bhayu menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membangun harmonisasi di internal UPR. Ia ingin seluruh pihak di kampus dapat bergerak bersama dalam menjalankan agenda kepemimpinannya.

“Tentu setelah pelantikan ini kita akan segera kembali ke Kota Palangka Raya untuk mengharmonisasikan dan merangkul semua pihak agar kita bisa berjalan menjadi satu demi UPR yang kita cintai ini supaya berdampak juga kepada masyarakat,” kata Bhayu usai pelantikan.

Pengangkatan Prof. Bhayu sebagai Rektor UPR periode 2026-2030 tertuang dalam Keputusan Menteri Diktisaintek RI Nomor 220/M/KEP/2026 dan Nomor 29823/M/KPT.KP/2026 tentang pengangkatan pemimpin PTN, jabatan pimpinan tinggi pratama, kepala SMA Garuda, dan pejabat fungsional di lingkungan Kemdiktisaintek.

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi Bhayu untuk menjalankan amanah memimpin UPR selama empat tahun ke depan. Ia menyatakan akan segera menerjemahkan visi dan misi yang telah disampaikan sebelumnya ke dalam program kerja.

“100 hari pertama saya akan komitmen untuk menjalankan visi misi kita. Permasalahan dasar itu akan menjadi prioritas kita,” ucapnya.

Salah satu perhatian pada masa awal kepemimpinannya adalah memastikan fasilitas dasar yang menunjang proses belajar mengajar dapat terpenuhi. Menurut Bhayu, kenyamanan mahasiswa dan tenaga pengajar menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan.

Ia menyebut ketersediaan listrik dan pendingin ruangan sebagai beberapa kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Pembenahan fasilitas tersebut dinilai penting agar kegiatan akademik dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih nyaman.

“Seperti ketersediaan listrik, pendingin ruangan. Jadi standar kelas belajar diharapkan dapat terpenuhi sehingga dapat belajar dengan nyaman. Itu adalah fondasi pertama bagi pendidikan kita,” ujarnya.

Dengan fokus pada pembenahan kebutuhan dasar sekaligus membangun harmonisasi internal, Bhayu berharap UPR dapat bergerak lebih solid selama periode kepemimpinannya. Ia juga menargetkan kampus tidak hanya berkembang secara internal, tetapi memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Bagikan ke